Membuat SIM A di Pasar Segar (Percobaan #1)

Ramadhan Karim …

08.20 – Sampe pasar segar, parkir motor 2.000 trus masuk ke dalam. Fotokopi KTP 2 lembar 2000 (mahalnya…), sempat bingung nyari tempat fotokopi ternyata di dalam banyak.
08.25 – Masuk ke lokasi pembuatan SIM, bingung karena gak nemu prosedur urusnya langsung ke loket pendaftaran. Ternyata mesti bawa formulir lengkap, diminta periksa kesehatan dulu.
08.30 – Periksa kesehatan di klinik belakang bayar 22.500, tensi kelar. Diarahkan ke loket asuransi, bawa surat keterangan sehat.
08.35 – Bayar asuransi 30.000, dapat kartu asuransi untuk SIM A/B dan diarahkan ke loket pembayaran.
08.33 – Bayar biaya buat SIM A 120.000, mendapatkan formulir isian.
08.35 – Mengisi formulir dan menyerahkan ke loket pendaftaran. Diminta menunggu panggilan di ruang tunggu.
08.45 – Duduk menunggu panggilan sambil nonton tivi kabel (lumayan).
09.30 – Akhirnya dipanggil ke loket pengambilan SIM (hah… sudah jadi?). Ternyata diarahkan ke ruang foto.
09.35 – Antre berdiri, masuk ruang foto.
09.58 – Foto, cap jari dan tanda tangan digital. Diarahkan ke ruang uji teori.
10.05 – Masuk ruang uji teori, diminta ke komputer yang tersedia (CAT nih ye…). Soal pelayanan 7, soal uji 30. Waktu 15 menit (banyak soal besaran-besaran tertentu yang pasti gak inget). Alhamdulillah minimal 23 soal benar, lulus (makan-makan… eh lagi puasa ya).
10.22 – Selesai dan diarahkan ke uji praktik (eng ing eng…). Mulai panik, sempat diberi contoh sama instruktur. Buru-buru ke musholla (do’a yang khusyuk biar lulus).
10.50 – Mulai ujian praktik, gagal… duh. Ngulang praktik 2 pekan lagi. Dari 5 orang yang uji praktik cuma 2 orang yang lulus, sisanya gatot (hu hu hu…).
11.00 – Meninggalkan pasar segar dengan perasaan galau. Sudahlah… besok dicoba lagi.

image

Iklan

Etika Bermotor di Jalan Kampung

image
Jalan Kampung

Suatu saat kita mungkin harus bermotor melalui jalan kecil di daerah perkampungan (baca: jalan kampung). Jalan kampung tentu berbeda dengan jalan raya atau jalan protokol, selain karena ukurannya yang lebih kecil/sempit juga karena jalan ini berada di tengah permukiman. Oleh karenanya gaya bermotor di jalan kampung tidak seharusnya sama dengan gaya bermotor di jalan raya.

Sebagai pemotor (baca: biker) yang baik semestinya kita tetap memerhatikan lingkungan sekitar saat bermotor. Alasan yang paling mendasar adalah karena jalanan dibuat bukan hanya untuk biker tapi untuk semua orang. Kadang kita jumpai bikers yang tidak memedulikan pengguna jalan lain khususnya pejalan kaki. Mereka memacu motornya dengan kecepatan tinggi meskipun di jalan kampung. Selain ngebut sebagian juga tetap menyalakan lampu dan menutup kaca helm seperti saat mereka bermotor di jalan raya. Hal-hal ini tentu tidak sesuai dengan etika bermotor di jalan kampung.

Kenapa harus mengikuti etika? Tidak ada keharusan bagi siapapun khususnya biker untuk mengikuti etika, kecuali aturan hukum terkait berkendara di jalan umum. Tapi etikalah yang membentuk karakter dan sikap kita ketika berada di tempat di mana orang-orang juga berada di tempat yang sama. Inilah konsekuensi hidup bermasyarakat.

Berikut ini etika bermotor di jalan kampung versi saya:
– mengurangi kecepatan khususnya menjelang persimpangan jalan dan polisi tidur;
– mengenakan helm dan membuka kaca helm;
– mematikan lampu motor utama dan tetap menggunakan lampu sign saat akan belok atau menepi;
– tidak membunyikan klakson kecuali terpaksa;
– mengikuti rambu-rambu khusus yang ada di jalan kampung misal perintah untuk menuntun motor di gang.
Bila ada yang merasa etika di atas terlalu mengada-ada maka sebaiknya membaca alasan di bawah ini.

Adapun alasan dari hal-hal di atas adalah:
– bermotor di jalan kampung dengan kecepatan tinggi membahayakan diri sendiri dan orang lain khususnya anak-anak dan pejalan kaki;
– helm dipakai untuk melindungi kepala dari benturan dengan benda keras seperti aspal tetapi saat di jalan kampung secara etis wajah mesti terlihat agar mudah dikenali;
– menyalakan lampu wajib bagi biker di jalan raya tapi ketika di jalan kampung tidak dan mematikan lampu menghindari silaunya pejalan kaki;
– klakson memang bisa menjadi sarana komunikasi tetapi klakson saat jalan perlahan tentu menimbulkan ketidak-nyamanan;
– melanggar rambu-rambu khusus tentu bisa menimbulkan konsekuensi buruk mengingat banyak pepatah, seperti: Ngebut Benjut, Anda Sopan Kami Segan, dll.

Kiranya itu saja tulisan saya terkait etika bermotor di jalan kampung, khawatir kebanyakan malah membuat Anda pegal bacanya. Bila tulisan ini benar maka boleh Anda amalkan tetapi jika salah maka amalkan yang benar-benar saja. Salam biker… blar blar!!

Seandainya…

Pagi itu bis-bis AKAP padat merayap memasuki Jatisari, Karawang. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan, memaksa sopir bis-bis itu tetap melaju meski sebentar lagi adzan Shubuh berkumandang. Hampir setengah jam kemudian barulah kemacetan itu mulai terurai, bis-bis malam yang mengantre itu akhirnya mulai mengarah ke Tol Karawang. Sayangnya lebih banyak bis yang terus melaju mengejar waktu untuk bisa segera sampai di Jakarta, melupakan kesempatan bagi penumpang untuk sekedar istirahat sejenak dan sholat Shubuh.

image

Sedikit sekali penumpang bis-bis itu yang kemudian mengambil inisiatif untuk sholat Shubuh di atas kursi duduknya bahkan dengan bertayamum. Padahal tidak sedikit bis yang menyediakan toilet dengan air bersih dan bisa dipakai untuk berwudhu. Astaghfirullah… semoga Allah Yang Mahapengampun mengampuni kami semua. Berikanlah kami kesempatan dan petunjuk-Mu, agar kami bisa melaksanakan perintah-Mu sesuai kemampuan kami.

Seandainya saja para penumpang bis-bis AKAP ini merasakan sholat sebagai kebutuhan dan bukan sebagai beban tentulah mereka tetap melaksanakannya dalam kondisi apapun. Terlebih baik lagi memang bila pihak perusahaan minimal sopir bis-bis malam menyadarinya dan berkenan memberikan kesempatan dengan sekedar istirahat di masjid atau musholla barang 10-15 menit. Atau jika memang waktu yang sempit memaksa penumpang bis untuk sholat di kursi masing-masing maka pihak bis menyiapkan seorang yang ditunjuk untuk memimpin para penumpang untuk sholat berjama’ah. Hal seperti ini tentu tidak hanya untuk jama’ah haji/umroh di atas pesawat terbang bukan?

Mekanisme sebenarnya sangat mudah, langkah-langkahnya mungkin seperti ini:
1. Sepuluh menit sebelum pelaksanaan sholat di bis pihak bis mengumumkan bahwa waktu sholat sudah masuk
2. Pihak bis mempersilakan penumpang untuk memilih berwudhu di toilet bis atau bertayamum dan memberitahukan bahwa sholat berjama’ah dimulai dalam 10 menit ke depan
3. Para penumpang bis bergiliran mengambil wudhu di toilet bis atau langsung bertayamum dengan debu suci di sandaran kursi dan kaca bis
4. Pihak bis mempersilakan salah seorang penumpang laki-laki untuk menjadi imam, bila tidak ada yang berkenan maka sopir/kernet menjadi imam sholat berjama’ah
5. Didahului dengan iqomah, penumpang melaksanakan sholat berjama’ah dipimpin oleh seorang imam di kursi duduk masing-masing
6. Sopir bisa bergantian untuk memberikan kesempatan yang lain melaksanakan sholat

Alhamdulillah… meski dalam kemacetan dan perjalanan semestinya kita bisa tetap melaksanakan sholat fardhu 5 waktu.

Coblos Siapa? | Panduan Memilih Wakil Rakyat

Saya abdi masyarakat (PNS) tapi saya juga bagian dari masyarakat, karenanya saya masih punya hak untuk memilih wakil saya di legislatif (hak pilih). Tahun ini (2014), negara kita kembali menggelar perhelatan akbar: Pemilu dan Pilpres. Sesuai UUD 1945, hak pilih adalah salah satu hak bagi seluruh warga negara (anggota TNI dan Polri belum…). Tapi tahukah Anda siapa yang akan Anda pilih sebagai wakil rakyat?

Berpuluh kali saya melihat belasan stiker, poster dan spanduk Caleg juga Capres karena mereka memasangnya di hampir setiap ruang kosong mulai dari pagar tembok hingga tiang telepon. Iklan caleg sudah tidak ada bedanya dengan iklan produk dan jasa, lihat saja foto berikut.

image
Tiang-tiang telepon dekat rumah

Nah, tapi dari beratus informasi di atas tidak satu pun membantu saya menentukan pilihan wakil rakyat. Ya sebenarnya kalo kita memilih berdasar kriteria umum saja sih bisa, misal memilih berdasarkan faktor kecantikan/kegantengan, atau dari asal partainya. Cuma sayang ya momen demokrasi 5 tahun sekali kita sia-siakan apalagi dengan tidak memilih (golput), seperti menyerahkan kekuasaan pada penjahat saja. Mengapa begitu? Karena caleg dan capres itu punya niat masing-masing dan bila kita golput maka boleh jadi yang punya niat jelek (misal untuk korupsi) terpilih menjadi wakil kita untuk 5 tahun. Terkait golput mungkin saya akan menulis di posting berikutnya.

Trus, buat kita yang ingin benar-benar punya wakil di legislatif bagaimana cara memilihnya? Ini sangat bergantung pada seberapa akses Anda atas infomasi caleg-caleg itu. Begini, bayangkan Anda sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari full mengurusi urusan rumah. Anda yang terpelajar masih bisa cari info lewat internet atau jejaring sosial, tapi untuk tipe ibu-ibu yang lowtech (gaptek terlalu kejam) gimana? Sebenarnya Anda bisa memanfaatkan lingkungan sekitar Anda untuk mencari info, misal saat arisan PKK atau saat silaturrahim dengan tetangga. Anda juga bisa menanyakan pada orang-orang yang tau atau mengenal caleg-caleg di sekitar tempat tinggal Anda.

Buat Anda yang bisa mengakses info melalui internet bisa leluasa memilih sumber informasi caleg. Misal Anda buka kpu.go.id, Anda bisa melihat daftar caleg DPR RI di 77 dapil di seluruh Indonesia dari 15 parpol peserta pemilu. Sayangnya Anda harus hafal dapil tempat Anda tinggal (misal Dapil Jabar VI untuk Kota Bekasi dan Kota Depok), datanya juga mesti diunduh dalam format pdf. Datanya lengkap untuk setiap caleg meski KPU baru menyediakan data untuk DPR RI dan DPD RI. Sebagai alternatif Anda bisa melihat di news.detik.com/pemilu2014 tanpa harus mengunduhnya. Memang sih hanya ada nama dan foto, tapi setidaknya Anda tidak akan salah saat menyoblos kertas suara yang hanya menampilkan daftar nama saja kecuali untuk DPD RI.

image
Ketua KPU dan contoh surat suara

Untuk Anda yang tinggal di luar DKI maka akan ada 4 kertas suara yang Anda coblos: untuk DPD RI, untuk DPR RI, untuk DPRD Provinsi, dan untuk DPRD Kabupaten/Kota. Maka setidaknya ada empat orang yang mesti Anda kenali sebelum Anda memilihnya sebagai wakil rakyat. Hadeuh… satu saja belum. Makanya, masih ada waktu koq untuk mengenali calon kita. Pastikan wakil Anda adalah orang-orang yang berintegritas tinggi, jujur, dan amanah… Selamat mengenal dan memilih!

Serial Super-Dad: Memandikan Bayi

Umumnya balita suka saat bermain air, mungkin karena 9 bulan lebih sebelum lahir ia telah terbiasa dengan cairan di sekeliling tubuhnya. Bayi dalam rahim ibu yang telah bernyawa, melakukan semua aktifitasnya di dalam selubung (plasenta atau ari-ari) berisi air ketuban.

Aktifitas di pagi hari dimulai dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi. Mulai dari mandi, BAK/BAB, hingga sarapan. Tidak hanya kita yang sudah dewasa, balita pun melakukan aktifitas yang sama. Bedanya kita melakukannya sendiri, sedangkan balita masih membutuhkan orang lain. Nah, pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman aktifitas sehari-hari ortu yang punya bayi kecil (kurang dari 6 bulan): memandikan bayi.

Persiapan
Sebelum mulai memandikan bayi, ada beberapa hal yang mesti kita siapkan yaitu:
1. Air mandi. Umumnya ortu Indonesia memandikan bayi mereka dengan air hangat, begitupun kami. Siapkan air hangat di ember mandi/bak secukupnya. Air hangat ini biasanya campuran air panas dan air biasa, 1:10 atau suam-suam kuku.

2. Sampo dan sabun. Agar rambut dan kulit bayi selalu segar, gunakan sampo dan sabun yang sesuai untuk bayi. Produk perlengkapan bayi umumnya sudah memuat sampo dan sabun. Sampo dan sabun orang dewasa sebaiknya tidak digunakan untuk bayi mengingat kandungan bahannya lebih kuat.

3. Handuk. Handuk digunakan untuk mengeringkan rambut dan badan bayi sesudah mandi. Handuk bayi biasanya lebih lembut tekstur kainnya. Handuk yang kasar bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

4. Baju ganti. Baju ganti terdiri dari baju dalam (popok dan kaos) dan baju luar. Baju luar sebaiknya menyesuaikan kondisi cuaca agar bayi merasa nyaman, tidak kedinginan saat cuaca dingin atau kegerahan saat cuaca panas.

5. Minyak telon dan bedak. Kebiasaan lain ortu Indonesia adalah membaluri bayi dengan minyak telon agar bayi merasa hangat dan menaburkan bedak merata di seluruh badan bayi untuk mencegah iritasi (keringat buntet).

Pelaksanaan
Bila semua perlengkapan siap, saatnya mulai memandikan bayi. Eh … tunggu! Ada hal penting yang kadang terjadi saat kita memandikan bayi … apa itu? Ya, bayi kadang pipis spontan saat badannya merasakan kesejukan air. Bila bayi biasa pipis saat bangun pagi, maka menunggu sesaat sampai ia pipis sebelum mandi mungkin bisa jadi pilihan. Karena air mandi yang tercampur air pipis tentu najis bukan.
Lanjutkan membaca “Serial Super-Dad: Memandikan Bayi”

2 Jam Bersama Keluarga

Kapankah Anda meluangkan waktu bersama keluarga? Kapan terakhir kita menemani anak-anak belajar? Kapan kita mengaji bersama istri dan anak-anak? Setiap akhir pekan, saat liburan nasional, atau tidak pernah?

Sungguh sangat disayangkan bila kita menghabiskan waktu hanya untuk bekerja, meski itu adalah salah satu kewajiban kita. Nafkah yang kita berikan pada keluarga tidak hanya berupa materi, yang didapat dari bekerja sepanjang tahun, siang malam. Melainkan semestinya juga perhatian dan kasih sayang. Kita seringkali melupakan satu hal yang menjadi hak untuk anak-anak: kebersamaan. Dalam terminologi (PKK) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, keluarga sejahtera tidak hanya diukur dari kondisi rumah yang sudah beralas lantai keras/keramik melainkan juga dari jumlah pertemuan keluarga dalam sehari: minimal 2 kali makan bersama. Lalu, mengapakah kebersamaan menjadi hal yang penting?
Lanjutkan membaca “2 Jam Bersama Keluarga”

Serial Super-Dad: Mencuci Baju Bayi

Anda punya bayi? Atau pernah mengurus bayi? Tentu Anda akan mendapat banyak tambahan pekerjaan rumah. Salah satunya adalah mencuci baju bayi. Kali ini saya akan berbagi cerita dan tips sekitar hobi baru ini, saat bayi kami baru hadir di tengah keluarga.

Waktu anak pertama kami lahir kebetulan saya sedang dalam tugas berdinas di serambi mekah. Untungnya saya sempat cuti beberapa hari sebelum dan sesudah istri saya melahirkan sehingga setidaknya beberapa hari saya membantu istri saya mengurus bayi kami. Nah, satu pekerjaan rumah yang jadi porsi saya waktu itu adalah mencuci baju bayi kami. Eng ing eng … seumur-umur baru kali itu saya menghadapi baju-baju kecil yang isinya cukup semarak. Popok-popok yang penuh kotoran (ee’) bayi yang baru lahir, warnanya mulai hijau pekat hingga coklat muda. Meski sempat merasa jijik, hari kedua dan selanjutnya sudah tidak lagi.

Pekerjaan rumah tambahan, mencuci baju bayi, yang selalu muncul setiap kelahiran anak-anak kami sudah menjadi hal yang biasa buat saya. Setelah kelahiran anak ketiga, kami jadi semakin perhatian pada hal ini terutama dihubungkan dengan kesucian badan, pakaian dan rumah. Karena kami keluarga muslim yang mesti menjaga kesucian mengingat kewajiban kami beribadah pada Allah khususnya sholat fardhu 5 waktu setiap hari. Kebersihan adalah sebagian dari iman, demikian Rasulullah menyampaikan pada ummatnya.
Lanjutkan membaca “Serial Super-Dad: Mencuci Baju Bayi”

Mengurus Akte Kelahiran (AKAP)

Jum’at pekan kemarin saya mengurus Akte Kelahiran Khalid, anak ketiga kami. Sebenarnya istri sudah berulang kali mengingatkan saya untuk hal ini, tapi kesibukan memaksa saya baru mengurusnya setelah usia Khalid sebulan lewat. Satu pekan sesudah Khalid dan umminya pulang dari RS, saya sudah mulai mencari info terkait urus-mengurus Akte Kelahiran. Dari diskusi di grup WA plus googling lengkap sudah informasi yang saya butuhkan, tapi akhirnya yang saya alami kemarin adalah hal paling valid yang mesti saya share untuk Anda semua.

Berkas Persyaratan
Sebelum saya mengurus surat pengantar ke RT, RW dan Kelurahan terlebih dulu saya meminta daftar berkas yang menjadi persyaratan mengurus Akte Kelahiran. Beruntung saya cukup dekat dengan Ketua RT tempat tinggal saya, cukup SMS beliau langsung mengirimkan daftar berkas persyaratannya.

Berkas persyaratan Akte Kelahiran adalah:
1. Kartu keluarga (KK), cukup fotokopinya saja, 1 lembar
2. KTP suami-istri, juga fotokopinya, masing-masing 1 lembar
3. Surat nikah, fotokopinya, masing-masing 1 lembar
4. Keterangan lahir dari bidan/RS, aslinya bukan fotokopi
5. Surat pengantar Kelurahan, asli.

Nah, sesudah menyiapkan berkas persyaratan di atas saya langsung menuju rumah beliau. Pak RT lalu membuatkan pengantar RT/RW untuk mengurus Surat pengantar Kelurahan. Tidak ada pungutan, dulu waktu saya di Jaktim di RT pasti disodori kotak amal.
Lanjutkan membaca “Mengurus Akte Kelahiran (AKAP)”

Nyaman Naik KRL dari Depok ke Bekasi (Bag. 2)

M3-I4-2.S2-Z4-A4-

image
Naik KRL, murah dan nyaman

Setelah saya berkomentar tentang perubahan kondisi KRL Jabodetabek akhir-akhir ini di sini, kali ini saya akan posting tentang cara melakukan perjalanan dengan KRL. Ya memang bukan hal baru buat Anda yang sudah sering menggunakan jasa KRL, tapi saya masih sering menemui penumpang yang belum paham cara naik KRL. Selamat mengikuti!

Membeli tiket KRL
Sebelum naik KRL Anda mesti membeli tiket terlebih dahulu. Tiket KRL sekarang tidak lagi berbahan dasar karton melainkan sudah berbentuk kartu magnetik model kartu ATM atau lebih tepatnya flashcard. Istilah yang dipake e-ticket persis seperti kartu bayar jalan tol. Nah ketika di loket Anda tinggal menyebutkan stasiun tujuan dan petugas loket akan menyebutkan harga yang mesti Anda bayar. Sesudah membayar, tiket akan keluar dari mesin tiket. Ambil tiket dan kembalian jika ada, maka Anda siap masuk ke peron.

Masuk peron stasiun
Bawa tiket yang Anda dapatkan di loket menuju pintu masuk peron. Anda akan disambut oleh petugas berbaju satpam yang siap membantu bila Anda butuh bantuan. Letakkan kartu pada bagian atas panel pintu dan tunggu lampu indikator berwarna hijau menyala maka Anda bisa melalui palang putar untuk masuk ke dalam peron. Tidak perlu terburu-buru karena sensor butuh waktu untuk membaca kartu dan lampu hijau tidak akan mati sebelum palang pintu diputar oleh penumpang yang masuk.

Perhatikan lajur tujuan
Pastikan Anda menuju lajur KRL yang sesuai dengan tujuan Anda. Stasiun Jabodetabek umumnya menempatkan KRL jurusan Bogor di lajur sisi Barat, arah Jakarta Kota di sisi Timur, sedangkan untuk KRL arah Bekasi di lajur Barat. Petugas stasiun secara berkala akan menyampaikan informasi kedatangan KRL, tujuan dan lajur yang dilalui. Di beberapa stasiun lajur yang digunakan tidak cuma dua sehingga Anda perlu memerhatikan di lajur mana KRL yang akan Anda naiki berhenti.
Lanjutkan membaca “Nyaman Naik KRL dari Depok ke Bekasi (Bag. 2)”

H4 Ramadhan | Puasa Saat Liburan

M3.2-I4.2-T23-2.S2-D2-2.Z4.2-A4-T5

Sohib blogger di manapun Anda berada, apa kabar? Semoga Anda selalu sehat dan bahagia. Di bulan Ramadhan ini saya ada target amalan setiap hari baik itu ibadah wajib maupun amalan sunnah. Mengapa? Karena buat saya Ramadhan ini terlalu berharga untuk disia-siakan dengan hanya melakukan aktifitas rutin dan ibadah tambahan umum seperti tarawih saja. Apakah Anda juga punya target amalan harian?

Buat kita yang bekerja atau kuliah reguler mungkin kesibukan rutin menjadi kendala untuk mencapai target-target itu meskipun sebagai PNS, jam kerja saya diringankan oleh pemerintah selama Ramadhan ini. Karenanya saya mesti punya strategi khusus untuk mengisi hari-hari dengan aktifitas ibadah di sela-sela aktifitas rutin. Misal menggunakan waktu luang sebelum mulai beraktifitas atau sesudahnya atau saat istirahat siang. Masing-masing kita tentu punya prioritas sendiri untuk alokasi waktu-waktu itu.

Nah, perbandingannya sekarang adalah hari kerja dan hari libur. Mana yang lebih efektif untuk mencapai target amalan harian? Kalo Anda boleh bilang hari libur karena lebih banyak waktu luang, tapi kenyataan yang saya alami hari kerja lebih efektif. Nyatanya target amalan saya lebih banyak tercapai di hari kerja dibanding hari libur. Ambil satu contoh saja, tilawah. Di hari kerja ada waktu istirahat siang dan ba’da Asar yang bisa digunakan untuk tilawah. Di hari libur, selalu saja ada kegiatan ekstra yang kudu dikerjakan seperti silaturrahim, beres-beres rumah atau lembur kerjaan kantor. Kadang juga ada event pengajian, undangan atau acara lain yang mengharuskan kita lebih banyak berada di perjalanan ketimbang di rumah.

Karenanya perlu lebih cermat untuk mengatur jadwal kegiatan terutama saat liburan agar target amalan harian tercapai. Misal menyempatkan sholat dhuha sebelum bepergian. Mengambil ba’da tarawih dan ba’da Subuh secara optimal untuk tilawah. Berolahraga di sore hari libur untuk menjaga kebugaran tubuh juga sangat penting. Mungkin Anda punya strategi yang berbeda? Silakan dibagi-bagi di sini, mumpung Ramadhan kita tahun ini masih panjang. Akhir kata, semoga Ramadhan ini menjadi momen terbaik dalam hidup kita. Happy Ramadhan!!!