Bintang Kebaikan

Di ultah perkawinan kami, istri membuat program baru untuk anak-anak: Bintang Kebaikan. Apa itu? Simak tulisan berikut.

Study from Home

Kita sama memahami, untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 maka pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk #stayathome selama masa tanggap darurat Covid-19. Salah satu imbasnya adalah program sekolah di rumah #studyfromhome #SfH yang berjalan hampir 3 pekan terakhir.

Awalnya tentu anak-anak merasa senang ketika tidak harus bersekolah tapi lambat laun mereka merasa bosan berhari-hari tinggal di rumah saja. Kali ini mereka juga tidak boleh bermain di luar seperti saat liburan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri buat ortu. Salah satu kendala utama #StudyfromHome adalah ketika anak-anak tidak punya ritme yang teratur dalam aktivitasnya sehingga banyak sekali kegiatan tidak positif yang mereka kerjakan. Main hape mungkin satu yang paling banyak dikeluhkan netizen di status WA mereka, yang lain berkisar nonton TV, berantakin mainan, dan lain-lain. Nah, bagaimana kami mengatasinya?

Bintang Kebaikan

Ini dia, program besutan istri di ultah ke-4 perkawinan kami. Entah dari mana idenya, pagi-pagi habis Subuh istri menyampaikan program ini ke anak-anak dan langsung mendapat sambutan positif. Mantap istriku đź‘Ťđź‘Ť

Seperti apa programnya? Tunggu ya, kami mo sholat Dzuhur berjama’ah dulu…

To be continued…

Malam 23 yang Menginspirasi

Berikut catatan saya mengikuti I’tikaf di masjid Al Hidayah Ragunan malam tadi, menginspirasi saya untuk belajar lebih serius lagi. Semoga juga untuk Anda yang membacanya. Aamiin.

Hijrah bersama Al Quran
by Ust. Daniel Barkah
Hijrah kepada Islam dan Quran artinya memahami dan mengamalkannya dalam kehidupannya. Salafush sholih adalah orang2 sesudah nabi yang paling memahami Quran dan Sunnah, yang terdiri dari generasi shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
Syarat disebut shahabat a.l.:
  1. Sezaman dengan nabi
  2. Bertemu dengan nabi
  3. Beriman kepada nabi
  4. Wafat dalam kondisi beriman
Hijrah yang benar adalah hijrahnya salafush sholih, baik dalam aqidah, ibadah dan akhlak. Figur hijrah aqidah terbaik adalah Abu Bakar ash Shidiq. Beliau satu-satunya orang yang percaya Rasulullah melakukan isra’ mi’raj. Figur hijrah ibadah terbaik adalah Thalhah bin Ubaidillah. Beliau membagikan 400rb dinar (1,7 ton koin emas) dalam semalam. Figur lainnya adalah Abdullah bin Amr bin Ash, Hafshah binti Umar bin Khaththab.
Hijrah mesti diawali dengan pemahaman hal yang tidak bisa berubah/pokok dan yang bisa berubah/cabang. Contoh: hijab dan cadar. Hijrah via medsos tidak semestinya menjadi metode utama melainkan pendukung. Yang utama dalam hijrah adalah melalui guru/majelis ilmu. Logika digunakan untuk memahami hikmah agama bukan alasan agama.
Bedah Buku Jalan Penghafal Al Quran
by Ust. Ulin Nuha Mahfudhon
Peristiwa turunnya Al Quran:
  1. Allah turunkan ke Lauhil Mahfuzh
  2. Dibawa malaikat Jibril dkk. ke Baitul Izzah
  3. Disampaikan ke Nabi Muhammad
  4. Disampaikan ke shahabat dst.
Penjagaan keaslian/orisinalitas Al Quran oleh Allah, malaikat, nabi, shahabat, dst. oleh para penghafal Al Quran.
Metode-metode menghafal Al Quran:
  • Jarimatika
  • Visual
  • Mengulang-ulang
Metodologi menghafal Al Quran:
  1. Ikhlaskan niat
  2. Komitmen
  3. Tahsin
  4. Tempat dan waktu yang tepat
  5. Satu mushaf
  6. Adab menghafal
  7. Berguru
  8. Kesabaran
  9. Menghindari maksiatj
  10. Mengamalka
  11. Mengajarkan
Hafalan Al Quran ibarat sebongkah emas, yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh penghafalnya untuk kemanfaatan yang lain. Misal untuk mendalami ilmu-ilmu yang sangat luas. Hal yang penting adalah menjaga hafalan, tidak hanya menambah hafalan.
Semoga bermanfaat. Depok, Mei 2019.

Pendaftaran Online Puskesmas Beji

Beberapa hari lalu anak saya mengeluh sakit mata, meskipun bukan belekan tapi dia mengeluh nyeri sehingga bakalan gak konsen juga di sekolah. Kami putuskan dia gak masuk sekolah, dan kami periksa ke dokter. Puskesmas menjadi pilihan pertama kami, alasannya selain dekat dan gratis (dengan BPJS) juga nyaman untuk anak-anak. Awalnya saya niat mengambil kartu antrean pagi2, tapi istri menginfokan sepertinya antrean Puskesmas sudah online sekarang. Saya lalu searching link-nya di internet.

Hasil searching pendaftaran online puskesmas Depok

Berikut step2 saya mendaftar online Puskesmas di lingkungan saya.

Lanjutkan membaca “Pendaftaran Online Puskesmas Beji”

Manajemen Kentut

Sepintas terdengar saya seperti sedang kesal dengan pihak tertentu (sebut saja manajemen) sehingga saya mengumpat demikian. Mirip seperti ketika orang-orang yang sedang marah lalu melontarkan sumpah serapah atau sebutan-sebutan tidak sopan. Padahal bukan itu maksud saya, gaes. Mo tau yang akan saya bicarakan? Baca terus ya…

Lanjutkan membaca “Manajemen Kentut”

Menjelaskan Butuh Seni

Suatu hari kami sekeluarga pergi ke Bekasi, naik KRL. Kenapa naik moda transportasi ini? Bisa dibaca di sini. Nah di tengah perjalanan itu, mas Faqih bertanya ke saya, “Bi, kenapa di rel dikasih batu2?”. He he he… pertanyaan macam apa itu? Tapi karena yang bertanya anak umur 9 tahun saya jadi perlu mikir dulu. Kira2 saya mesti jawab apa ya?

Lanjutkan membaca “Menjelaskan Butuh Seni”

Puasa Ramadhan #4

Ibadah apa yang paling disukai Allah di bulan Ramadhan? Setidaknya 2 hal yang bisa membuat pelakunya masuk surga. Berikut penjelasannya…

Sholat malam atau qiyamullail. Di Ramadhan sebagian kaum muslimin secara rutin menjalankan sholat malam yang biasa disebut Tarawih. Malam-malam awal umumnya masjid dan musholla penuh oleh jama’ah sholat, sesuai hadits yang menyebutkan bahwa barangsiapa mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan dengan landasan iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini tentu menjadi amalan yang Allah sukai, meski sayang biasanya shof Tarawih semakin “maju” seiring berjalan bulan puasa ini.

Lanjutkan membaca “Puasa Ramadhan #4”

Membuat SIM A di Pasar Segar (Percobaan #1)

Ramadhan Karim …

08.20 – Sampe pasar segar, parkir motor 2.000 trus masuk ke dalam. Fotokopi KTP 2 lembar 2000 (mahalnya…), sempat bingung nyari tempat fotokopi ternyata di dalam banyak.
08.25 – Masuk ke lokasi pembuatan SIM, bingung karena gak nemu prosedur urusnya langsung ke loket pendaftaran. Ternyata mesti bawa formulir lengkap, diminta periksa kesehatan dulu.
08.30 – Periksa kesehatan di klinik belakang bayar 22.500, tensi kelar. Diarahkan ke loket asuransi, bawa surat keterangan sehat.
08.35 – Bayar asuransi 30.000, dapat kartu asuransi untuk SIM A/B dan diarahkan ke loket pembayaran.
08.33 – Bayar biaya buat SIM A 120.000, mendapatkan formulir isian.
08.35 – Mengisi formulir dan menyerahkan ke loket pendaftaran. Diminta menunggu panggilan di ruang tunggu.
08.45 – Duduk menunggu panggilan sambil nonton tivi kabel (lumayan).
09.30 – Akhirnya dipanggil ke loket pengambilan SIM (hah… sudah jadi?). Ternyata diarahkan ke ruang foto.
09.35 – Antre berdiri, masuk ruang foto.
09.58 – Foto, cap jari dan tanda tangan digital. Diarahkan ke ruang uji teori.
10.05 – Masuk ruang uji teori, diminta ke komputer yang tersedia (CAT nih ye…). Soal pelayanan 7, soal uji 30. Waktu 15 menit (banyak soal besaran-besaran tertentu yang pasti gak inget). Alhamdulillah minimal 23 soal benar, lulus (makan-makan… eh lagi puasa ya).
10.22 – Selesai dan diarahkan ke uji praktik (eng ing eng…). Mulai panik, sempat diberi contoh sama instruktur. Buru-buru ke musholla (do’a yang khusyuk biar lulus).
10.50 – Mulai ujian praktik, gagal… duh. Ngulang praktik 2 pekan lagi. Dari 5 orang yang uji praktik cuma 2 orang yang lulus, sisanya gatot (hu hu hu…).
11.00 – Meninggalkan pasar segar dengan perasaan galau. Sudahlah… besok dicoba lagi.

image

Etika Bermotor di Jalan Kampung

image
Jalan Kampung

Suatu saat kita mungkin harus bermotor melalui jalan kecil di daerah perkampungan (baca: jalan kampung). Jalan kampung tentu berbeda dengan jalan raya atau jalan protokol, selain karena ukurannya yang lebih kecil/sempit juga karena jalan ini berada di tengah permukiman. Oleh karenanya gaya bermotor di jalan kampung tidak seharusnya sama dengan gaya bermotor di jalan raya.

Sebagai pemotor (baca: biker) yang baik semestinya kita tetap memerhatikan lingkungan sekitar saat bermotor. Alasan yang paling mendasar adalah karena jalanan dibuat bukan hanya untuk biker tapi untuk semua orang. Kadang kita jumpai bikers yang tidak memedulikan pengguna jalan lain khususnya pejalan kaki. Mereka memacu motornya dengan kecepatan tinggi meskipun di jalan kampung. Selain ngebut sebagian juga tetap menyalakan lampu dan menutup kaca helm seperti saat mereka bermotor di jalan raya. Hal-hal ini tentu tidak sesuai dengan etika bermotor di jalan kampung.

Kenapa harus mengikuti etika? Tidak ada keharusan bagi siapapun khususnya biker untuk mengikuti etika, kecuali aturan hukum terkait berkendara di jalan umum. Tapi etikalah yang membentuk karakter dan sikap kita ketika berada di tempat di mana orang-orang juga berada di tempat yang sama. Inilah konsekuensi hidup bermasyarakat.

Berikut ini etika bermotor di jalan kampung versi saya:
– mengurangi kecepatan khususnya menjelang persimpangan jalan dan polisi tidur;
– mengenakan helm dan membuka kaca helm;
– mematikan lampu motor utama dan tetap menggunakan lampu sign saat akan belok atau menepi;
– tidak membunyikan klakson kecuali terpaksa;
– mengikuti rambu-rambu khusus yang ada di jalan kampung misal perintah untuk menuntun motor di gang.
Bila ada yang merasa etika di atas terlalu mengada-ada maka sebaiknya membaca alasan di bawah ini.

Adapun alasan dari hal-hal di atas adalah:
– bermotor di jalan kampung dengan kecepatan tinggi membahayakan diri sendiri dan orang lain khususnya anak-anak dan pejalan kaki;
– helm dipakai untuk melindungi kepala dari benturan dengan benda keras seperti aspal tetapi saat di jalan kampung secara etis wajah mesti terlihat agar mudah dikenali;
– menyalakan lampu wajib bagi biker di jalan raya tapi ketika di jalan kampung tidak dan mematikan lampu menghindari silaunya pejalan kaki;
– klakson memang bisa menjadi sarana komunikasi tetapi klakson saat jalan perlahan tentu menimbulkan ketidak-nyamanan;
– melanggar rambu-rambu khusus tentu bisa menimbulkan konsekuensi buruk mengingat banyak pepatah, seperti: Ngebut Benjut, Anda Sopan Kami Segan, dll.

Kiranya itu saja tulisan saya terkait etika bermotor di jalan kampung, khawatir kebanyakan malah membuat Anda pegal bacanya. Bila tulisan ini benar maka boleh Anda amalkan tetapi jika salah maka amalkan yang benar-benar saja. Salam biker… blar blar!!

Seandainya…

Pagi itu bis-bis AKAP padat merayap memasuki Jatisari, Karawang. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan, memaksa sopir bis-bis itu tetap melaju meski sebentar lagi adzan Shubuh berkumandang. Hampir setengah jam kemudian barulah kemacetan itu mulai terurai, bis-bis malam yang mengantre itu akhirnya mulai mengarah ke Tol Karawang. Sayangnya lebih banyak bis yang terus melaju mengejar waktu untuk bisa segera sampai di Jakarta, melupakan kesempatan bagi penumpang untuk sekedar istirahat sejenak dan sholat Shubuh.

image

Sedikit sekali penumpang bis-bis itu yang kemudian mengambil inisiatif untuk sholat Shubuh di atas kursi duduknya bahkan dengan bertayamum. Padahal tidak sedikit bis yang menyediakan toilet dengan air bersih dan bisa dipakai untuk berwudhu. Astaghfirullah… semoga Allah Yang Mahapengampun mengampuni kami semua. Berikanlah kami kesempatan dan petunjuk-Mu, agar kami bisa melaksanakan perintah-Mu sesuai kemampuan kami.

Seandainya saja para penumpang bis-bis AKAP ini merasakan sholat sebagai kebutuhan dan bukan sebagai beban tentulah mereka tetap melaksanakannya dalam kondisi apapun. Terlebih baik lagi memang bila pihak perusahaan minimal sopir bis-bis malam menyadarinya dan berkenan memberikan kesempatan dengan sekedar istirahat di masjid atau musholla barang 10-15 menit. Atau jika memang waktu yang sempit memaksa penumpang bis untuk sholat di kursi masing-masing maka pihak bis menyiapkan seorang yang ditunjuk untuk memimpin para penumpang untuk sholat berjama’ah. Hal seperti ini tentu tidak hanya untuk jama’ah haji/umroh di atas pesawat terbang bukan?

Mekanisme sebenarnya sangat mudah, langkah-langkahnya mungkin seperti ini:
1. Sepuluh menit sebelum pelaksanaan sholat di bis pihak bis mengumumkan bahwa waktu sholat sudah masuk
2. Pihak bis mempersilakan penumpang untuk memilih berwudhu di toilet bis atau bertayamum dan memberitahukan bahwa sholat berjama’ah dimulai dalam 10 menit ke depan
3. Para penumpang bis bergiliran mengambil wudhu di toilet bis atau langsung bertayamum dengan debu suci di sandaran kursi dan kaca bis
4. Pihak bis mempersilakan salah seorang penumpang laki-laki untuk menjadi imam, bila tidak ada yang berkenan maka sopir/kernet menjadi imam sholat berjama’ah
5. Didahului dengan iqomah, penumpang melaksanakan sholat berjama’ah dipimpin oleh seorang imam di kursi duduk masing-masing
6. Sopir bisa bergantian untuk memberikan kesempatan yang lain melaksanakan sholat

Alhamdulillah… meski dalam kemacetan dan perjalanan semestinya kita bisa tetap melaksanakan sholat fardhu 5 waktu.

Coblos Siapa? | Panduan Memilih Wakil Rakyat

Saya abdi masyarakat (PNS) tapi saya juga bagian dari masyarakat, karenanya saya masih punya hak untuk memilih wakil saya di legislatif (hak pilih). Tahun ini (2014), negara kita kembali menggelar perhelatan akbar: Pemilu dan Pilpres. Sesuai UUD 1945, hak pilih adalah salah satu hak bagi seluruh warga negara (anggota TNI dan Polri belum…). Tapi tahukah Anda siapa yang akan Anda pilih sebagai wakil rakyat?

Berpuluh kali saya melihat belasan stiker, poster dan spanduk Caleg juga Capres karena mereka memasangnya di hampir setiap ruang kosong mulai dari pagar tembok hingga tiang telepon. Iklan caleg sudah tidak ada bedanya dengan iklan produk dan jasa, lihat saja foto berikut.

image
Tiang-tiang telepon dekat rumah

Nah, tapi dari beratus informasi di atas tidak satu pun membantu saya menentukan pilihan wakil rakyat. Ya sebenarnya kalo kita memilih berdasar kriteria umum saja sih bisa, misal memilih berdasarkan faktor kecantikan/kegantengan, atau dari asal partainya. Cuma sayang ya momen demokrasi 5 tahun sekali kita sia-siakan apalagi dengan tidak memilih (golput), seperti menyerahkan kekuasaan pada penjahat saja. Mengapa begitu? Karena caleg dan capres itu punya niat masing-masing dan bila kita golput maka boleh jadi yang punya niat jelek (misal untuk korupsi) terpilih menjadi wakil kita untuk 5 tahun. Terkait golput mungkin saya akan menulis di posting berikutnya.

Trus, buat kita yang ingin benar-benar punya wakil di legislatif bagaimana cara memilihnya? Ini sangat bergantung pada seberapa akses Anda atas infomasi caleg-caleg itu. Begini, bayangkan Anda sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari full mengurusi urusan rumah. Anda yang terpelajar masih bisa cari info lewat internet atau jejaring sosial, tapi untuk tipe ibu-ibu yang lowtech (gaptek terlalu kejam) gimana? Sebenarnya Anda bisa memanfaatkan lingkungan sekitar Anda untuk mencari info, misal saat arisan PKK atau saat silaturrahim dengan tetangga. Anda juga bisa menanyakan pada orang-orang yang tau atau mengenal caleg-caleg di sekitar tempat tinggal Anda.

Buat Anda yang bisa mengakses info melalui internet bisa leluasa memilih sumber informasi caleg. Misal Anda buka kpu.go.id, Anda bisa melihat daftar caleg DPR RI di 77 dapil di seluruh Indonesia dari 15 parpol peserta pemilu. Sayangnya Anda harus hafal dapil tempat Anda tinggal (misal Dapil Jabar VI untuk Kota Bekasi dan Kota Depok), datanya juga mesti diunduh dalam format pdf. Datanya lengkap untuk setiap caleg meski KPU baru menyediakan data untuk DPR RI dan DPD RI. Sebagai alternatif Anda bisa melihat di news.detik.com/pemilu2014 tanpa harus mengunduhnya. Memang sih hanya ada nama dan foto, tapi setidaknya Anda tidak akan salah saat menyoblos kertas suara yang hanya menampilkan daftar nama saja kecuali untuk DPD RI.

image
Ketua KPU dan contoh surat suara

Untuk Anda yang tinggal di luar DKI maka akan ada 4 kertas suara yang Anda coblos: untuk DPD RI, untuk DPR RI, untuk DPRD Provinsi, dan untuk DPRD Kabupaten/Kota. Maka setidaknya ada empat orang yang mesti Anda kenali sebelum Anda memilihnya sebagai wakil rakyat. Hadeuh… satu saja belum. Makanya, masih ada waktu koq untuk mengenali calon kita. Pastikan wakil Anda adalah orang-orang yang berintegritas tinggi, jujur, dan amanah… Selamat mengenal dan memilih!