Ramadhan dan 3 Tipe Manusia

image

Ramadhan Karim…

Ada 3 tipe manusia menghadapi Ramadhan, bulan yang mulia. Demikian disampaikan Prof. Dr. Kalamullah Ramli dalam Kultum Tarawih beliau di masjid Ukhuwwah Islamiyyah malam ini. Beliau membuka tausiyahnya dengan membacakan nasihat Rasulullah kepada para sahabat menyambut datangnya Ramadhan.

Ketiga tipe manusia tersebut diuraikan beliau sbb.:
1. Manusia yang tidak terpengaruh.
Ramadhan yang hadir tidak mengubah perilakunya sama sekali. Mereka tidak senang kedatangan bulan suci ini dan bahkan tetap bermaksiat kepada Allah. Mereka ini adalah golongan orang yang merugi seperti yang disebut oleh Rasulullah, yang tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.
2. Manusia yang biasa-biasa saja.
Mereka menyambut Ramadhan dengan ibadah, tapi kadarnya sama saja dengan hari-hari biasa. Tidak ada peningkatan dalam ibadahnya sehingga yang membedakan hanya mereka berpuasa dan tarawih saja.
3. Manusia yang berusaha keras.
Ramadhan dianggap sebagai momentum langka yang mungkin tidak akan berulang. Mereka bergembira dan bersemangat mengisinya dengan ibadah yang jauh lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya. Bulan puasa diisi tidak hanya dengan puasa dan tarawih tetapi juga dengan tilawah, shodaqoh, ta’lim dan banyak ibadah lainnya. Mereka inilah golongan manusia yang beruntung, sebagaimana sabda Rasulullah yang menyebutkan bahwa barangsiapa yang puasa/tarawih di Ramadhan dengan iman dan bersungguh-sungguh maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Di akhir kultumnya, Pak Muli mengajak jama’ah tarawih malam itu untuk menentukan target ibadah Ramadhan lalu mengejarnya dengan sungguh-sungguh meski capek dan mengantuk. Beliau mengingatkan bahwa boleh jadi ini Ramadhan terakhir kita, dan di akhir hayat hanya 2 hal yang kita inginkan yaitu surga Allah dan pembebasan dari api neraka. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia yang beruntung.

Perjalanan ke Setu

Sabtu kemarin saya, istri dan Mufida menengok keponakan kami yang baru sembuh dari sakit. Memang kami belum pernah silaturrahim ke rumah adik kami (ayah ibu Adnan) jadi sekalian main biar tau di mana rumahnya. Kami berangkat jam 14-an dari Depok naik motor karena infonya lokasi jauh dari kereta atau bis kota. Beruntung hari cerah berawan jadi kami tidak kehujanan juga tidak kepanasan.

Saya belum tau alamat rumah adik kami ini tapi istri saya sudah di-SMS ancer-ancernya: setelah RS Mary Cileungsi belok kanan sampai setu. Kami ambil jalan Margonda, Juanda lalu akses ke Cibubur Junction meski agak padat merayap tapi cukup lancar. Sesampainya di Trans Yogi saya mulai bisa memacu motor agak cepat hingga flyover Cileungsi. Di sini kami ambil arah Bekasi dan kondisi jalanan yang kami lalui rusak parah. Sampai di RS. Mary saya putuskan berhenti untuk menelpon adik kami dan diberi petunjuk yang sama dengan isi SMS-nya. Kami pun melanjutkan perjalanan.

Setelah mengambil jalan ke kanan dari jalan utama Cileungsi-Bekasi hampir sepanjang jalan kondisinya memprihatinkan. Selain tidak rata, berlubang-lubang besar, sebagian bahkan tergenang air. Perjalanan jadi sangat terhambat, apalagi ternyata lalu lintas di situ cukup padat. Beberapa kali kami menemui kemacetan entah apa penyebabnya. Dan ternyata Setu yang kami cari perasaan saya jauuuuuh sekali. Mungkin karena baru sekali saya lewat jalan itu, terlebih karena kondisinya tidak bisa disebut nyaman untuk pengendara.

Akhirnya kami sampai di Pasar Setu, dan beberapa menit kemudian (hampir 1/2 jam) baru kami sampai di alamat rumah yang adik SMS belakangan. Alhamdulillah… ternyata lokasi rumahnya cukup jauh dan berliku. Hampir jam 17 waktu kami sampai, sekali lagi beruntung selama perjalanan tidak kehujanan meski pengakuan adik di sekitar rumahnya hujan waktu kami telpon tadi. Syukur keponakan kami sudah sehat. Adnan sempat dirawat 2 malam di RS karena diare dan demam tinggi. Di sana kami diceritai tentang kondisi rumah adik yang kebanjiran saat Jakarta dan sekitarnya terkena banjir beberapa waktu lalu. Mereka bahkan sampai harus mengungsi ke rumah orangtua di Bogor.

Hampir Maghrib kami berpamitan. Sepanjang perjalanan pulang istri tidak habis-habis berucap syukur karena mendapatkan rumah di Depok meski kondisinya pas-pasan. Ya semua memang mesti disyukuri dan disabari (kata saya dalam hati).

H23 Ramadhan | Mengejar Lailatul Qadr

M3.2-I4.2-T19-2.S2-D4-2.Z4.2-A4-T

Sesungguhnya Kami turunkan Al Qur-an di malam kemuliaan (lailatul Qadr)
(QS. Al Qadr: 1)

Mengapa mesti mengejar Lailatul Qadr?
Karena lailatul qadr merupakan waktu teristimewa dalam bulan Ramadhan. Ia adalah saat di mana amal kebaikan (ibadah) diberikan pahala berlipat, bahkan hingga lebih dari kelipatan seribu bulan (83 tahun).

Kapan Lailatul Qadr datang?
Wallahu a’lam … hanya Allah Yang Tau. Tapi Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa Lailatul Qadr hadir di sepuluh hari terakhir Ramadhan dan beliau selalu mengejarnya di akhir Ramadhan.

Amalan apa untuk mengejar Lailatul Qadr?
Rasulullah SAW mencontohkan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk mengejar Lailatul Qadr. Ibadah sesungguhnya yang dilakukan adalah mendekatkan diri pada Sangkholik (taqarrub ilallah). Adapun amalannya bisa sholat, infak-shodaqoh, umroh, membaca (tilawah) Al Qur-an, zikir, dan sebagainya.

Apa yang mesti dilakukan saat Lailatul Qadr?
Rasul SAW menyuruh kita,memperbanyak bersyahadat, beristighfar, memohon diberikan surga dan dijauhkan dari neraka serta memohon diampuni Allah atas segala dosa dan kesalahan.

Apakah ciri-ciri Lailatul Qadr sudah datang?
Sebagian cirinya sebagaimana digambarkan Rasulullah adalah malam yang hening serta tenang, cerah tidak berangin kencang, pagi harinya matahari teduh dan tidak panas. Wallahu a’lam …

Ciri-ciri orang yang mendapat Lailatul Qadr?
Tidak ada dalil tentang itu. Tapi sebagaimana hasil puasa Ramadhan yaitu menjadikan orang-orang yang beriman bertaqwa maka orang yang mendapatkan Lailatul Qadr diasumsikan menjadi pribadi yang lebih taat selepas Ramadhan. Wallahu a’lam …

Selamat mengejar Lailatul Qadr …

image
Jama'ah i'tikaf mengejar Lailatul Qadr

H15 Ramadhan | Ya Allah Lindungilah Hamba …

MI3.2-T11-S2-ZA2.2-T

Sudah hampir 5 hari saya meninggalkan istri dan anak-anak untuk urusan pekerjaan. Komunikasi pun agak tersendat karena rencana saya untuk memakai nomor lokal belum bisa direalisasikan. Fasilitas hotspot (WiFi) yang saya harapkan diberikan free oleh pihak penyelenggara juga tidak saya dapatkan. Sehingga satu hari lebih bahkan hampir 2 hari saya putus komunikasi dengan istri dan anak-anak. Ketika begini baru berasa betapa nilai komunikasi begitu besar. Huff

Meski begitu ada kesempatan di awal-awal kegiatan untuk sekedar chatting dengan istri dan anak-anak memanfaatkan kelengahan penyelenggara. Dan akhirnya bisa telpon dengan nomor lokal pinjaman meski hanya setengah menit dan anak-anak sudah tidur. Hal yang cukup menyejukkan di tengah kering dan gersangnya hati akibat jauh dari orang-orang yang disayangi.

Saya bersyukur karena untuk urusan makan, minum, akomodasi bahkan transportasi sudah ditanggung oleh teman-teman di sini. Namun, sebagai laki-laki normal saya tentu mempunyai kebutuhan yang sama dengan manusia lain yang belum terpenuhi yaitu cinta. Cinta yang tidak hanya sekedar diekspresikan dengan teks dan lisan tetapi juga dengan sikap dan tingkah laku. Sesuatu yang sulit saya dapati saat jauh dari keluarga. Hiks

Dan dijadikan indah di mata laki-laki, perempuan (istri) dan anak-anak. Ketika mereka berjauhan maka akan ada perempuan lain yang menjadi indah di matanya meski ia sadar ini adalah fitnah. Ya, fitnah yang boleh jadi lebih kejam dari pembunuhan. Entah memang didorong nafsu atau bujukan setan, yang mestinya ia tidak kuat karena sedang diikat, maka persepsi keindahan atas perempuan selain istri bisa menjadi sangat dominan. Terlebih ketika perempuan itu bersikap terbuka dan tidak memberi batasan yang tegas. Jadilah kesempatan muncul dalam kesempitan, maka hanya iman sajalah yang akan memberi warning atas setiap perilaku berlebihan. Dan hanya Allah semata Yang bisa memberi keselamatan.

Ketika iman menurun hingga titik nadzir, Rasul berpesan untuk mengikuti sunnahnya. Ini tentu bukan tanpa sebab dan tujuan. Ketika iman menipis maka batasan yang haq dan yang bathil menjadi kabur. Ibarat domba yang makan rumput di pinggir jurang, ketika tidak hati-hati maka ia akan jatuh hanya karena menginginkan tanaman merambat yang tumbuh di dinding jurang. Domba itu tau bahaya berada di tepi jurang, maka hanya kebodohan saja yang mendorong ia mengejar makanan yang bukan haknya. Naudzubillahi min dzalik …

Ya Allah … Ya Rabbi
Engkau MahaTau dan MahaMelihat
Engkau mengetahui isi hati ini
Dan Engkau melihat perbuatan hamba-Mu

Ya Allah … Ya Rahman
Engkau berikan kasih-Mu
Bahkan kepada hamba-Mu yang ingkar
Jangan biarkan hamba ini
Menjadi kufur atas segala nikmat-Mu

Ya Allah … Ya Rahim
Begitu besar rasa sayang-Mu
Pada hamba yang pasrah pada-Mu
Meski hamba penuh dengan dosa

Ya Allah … Ya Ghofur
Ampunanmu seluas langit dan bumi
Meski dosa hamba-Mu memenuhi gunung dan lautan
Maka ampunilah hamba ini

Ya Allah … Lindungilah Hamba

Ikhtiar dengan Herbal TORCH

M3-I4.2-2S2-Z4-A4

2 pekan sudah istri saya menjalani terapi untuk menekan TORCH dalam darahnya. Kami memilih jalur alternatif yakni dengan ramuan herbal TORCH dari Klinik Aquatreat Therapy Indonesia (Ir. H. A. Juanda). Sebagaimana saya pernah tuliskan di sini, kami juga menjalani terapi ini saat kehamilan keempat alias saat istri mengandung Faqih. Alhamdulillah waktu itu kandungan istri sehat dan Faqih lahir dengan sempurna, karenanya kami berharap juga yang terbaik untuk kehamilan istri yang kelima ini. Mohon do’a dari shohib semua.

Sedikit berbagi pengalaman tentang terapi herbal TORCH. Ramuan herbal buatan Ir. H. A. Juanda ini terdiri dari bahan-bahan alamiah yaitu: Curcuma Mangga Val, Catharanthus Roseus, Phaleria Macrocorpa, Curcuma Longa L, dan Morinda. Sewaktu pertama kali kami menggunakan, saya sempat mencari informasi tentang bahan-bahan tersebut. Berikut sedikit informasinya.

Continue reading “Ikhtiar dengan Herbal TORCH”

Belajar dari Nuh as.

M3.2-I4.2-2S2-2J2.2-A4

image
Masjid, pusat aktifitas umat Islam

Siang ini khutbah Jum’at di masjid kantor saya disampaikan oleh ustadz muda yang bersemangat. Semangatnya mampu menahan mata saya tetap terbuka dari awal sampe akhir khutbah karena selain suaranya lantang dan jelas, materi yang disampaikan juga cukup menggugah. Tema yang disampaikan terkait bertahan dengan iman-Islam ditengah banjir kejahilan modern. Berikut kutipan khutbah yang beliau sampaikan.

Islam sebagai agama tidak akan hilang dari muka bumi tapi tidak ada jaminan dari Allah kalo Islam tidak akan hilang dari Indonesia. Islam tidak akan sirna dari dunia ini tapi tidak ada jaminan dalam Al Qur-an kalo Islam tidak akan sirna dari Jakarta. Kita memang tidak akan mengalami banjir bandang seperti yang dialami umat Nabi Nuh as. tapi kita sedang dilanda banjir globalisasi. Gaya hidup bebas yang merusak moral, kapitalisme yang mengutamakan materi dan kekuasaan, juga kecintaan pada dunia. Semua itu akan menenggelamkan umat ini sebagaimana banjir bandang yang menenggelamkan kaum Nuh as. Maka sudah seharusnya kita berjuang untuk menjaga, memelihara dan mewariskan pada generasi penerus kita Islam di negeri ini. Memang berjuang itu tidak selalu jihad fisabilillah mengangkat senjata seperti Rasulullah saw. dan para sahabat ra. melainkan juga menjaga dakwah Islam ini tetap tegak.

Dalam sejarah tertulis nabi Nuh as. berdakwah selama 950 tahun dan hanya mendapatkan tidak lebih dari 80 pengikut. Bisa dibayangkan bagaimana sikap kaum Nuh menolak ajakan beliau untuk menegakkan kalimat Allah, mereka menutup telinga dan menghindar dari dakwah Nuh as. Mana ada pesantren, ustadz atau madrasah yang tetap bertahan bila setiap 10 tahun santri, jama’ah atau muridnya hanya bertambah 1 orang saja? Sungguh perjuangan yang penuh kesabaran. Tidak cuma itu, bahkan anak beliau yaitu Kan-an tidak mau menerima dakwah Nuh as. dan memilih bergabung dengan umat yang kufur. Hingga akhirnya beliau meminta pada Allah swt. untuk memberikan azab pada kaumnya, dan Allah memerintahkan beliau untuk membuat sebuah kapal. Kapal itu dibuat dari kayu, sedangkan kayu tidak tersedia maka Nuh as. menanam dulu pohon hingga bisa dipanen kayunya untuk dijadikan bahan baku kapal.

Waktu yang dibutuhkan 100 tahun sehingga kapal itu jadi. Dibuat Nuh as. di atas gunung sehingga beliau dianggap sudah gila dan selalu mendapatkan ejekan dari kaumnya. Ketika kapal itu jadi maka Allah swt. memerintahkan Nuh as. mengangkut semua pengikutnya dan sepasang dari setiap jenis hewan-hewan. Yang membuat Nuh as. sedih adalah ketika beliau memeriksa penumpang dan tidak menemukan Kan-an di antara mereka. Saat dilihat anaknya bersama kaumnya yang kufur maka Nuh as. meminta Kan-an untuk naik ke atas kapal, sayang tawaran itu ditolak sang anak. Bahkan ketika dibilang padanya bahwa akan datang banjir besar yang akan menenggelamkan mereka semua, Kan-an tetap menolak dan berkata kalo ia akan naik ke atas gunung tertinggi agar selamat. Maka Allah swt. dengan kuasa-Nya menenggelamkan dan memusnahkan manusia semua kecuali umat yang menerima dakwah Nuh as. berada di atas kapal. Perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari Nuh as.

Perjuangan menegakkan kalimat Allah panjang dan berliku, menanjak dan penuh duri. Membutuhkan kesabaran dan pengorbanan yang tidak ringan. Sudah semestinya bagi setiap orang beriman yang mengharap ridho dan surga Allah, jalan dakwah menjadi satu pilihan dalam hidupnya. Wallahu a’lam.

Pagi Siang Malam Hujan Teruuus!

M3.2-I4.2-S2-Z4.2-A4

Kemarin hujan dari pagi sampai malam meski siang dan sore sempat reda. Hari ini mulai pagi sampai sore masih hujan terus. Meski hujannya tidak selalu deras tapi cukup menyibukkan para pekerja dan anak-anak sekolah yang pagi benar sudah harus berangkat sekolah. Hujan itu nikmat dari Sangkhalik, meski banyak yang mengeluh bahkan menggerutu karena hujan.

Kalo bahasa blogger wordpress nulis terus tiap hari itu postaday. Kalo hujan terus tiap hari namanya rainaday … pas bulan Januari yang kata orang berarti hujan sehari-hari. Ayo tetap semangat meski harus hujan-hujanan …

image

30 Hari Meniti Iman (Hari 29-Habis)

Malam
M-BM-I-T.8-W.3-TQ.29-30

Malam i’tikaf terakhir, kesempatan untuk menyelesaikan target tilawah Qur-an khatam 30 juz. Alhamdulillah tercapai juga 🙂
Selain target tilawah yang tercapai, saya mendapatkan satu lagi kebahagiaan. Shohib yang lama tak bersua, menghampiri saya malam itu dan kami pun melepas kangen dengan saling menanyakan kabar satu sama lain. Sudah banyak yang berubah darinya dua tahun belakang, sedang saya belum ada yang signifikan.

Siang
QS-S-D.4-D-BD.2-A

Siang terakhir di bulan Ramadhan. Ada harap terselip di ujung hati, Ramadhan masih satu malam lagi tapi seperti perkiraan banyak pihak sidang isbath Kemenag memutuskan 1 Syawwal 1433H jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012.

Allahu akbar Allahu akbar
La ilaha illallahu wallahu akbar
Allahu akbar walillahilhamd …

Selamat tinggal Ramadhan, terima kasih telah memberiku arti kenikmatan iman dalam 29 hari terakhir. Bila ini Ramadhan terakhirku maka inilah Ramadhan terbaikku, bila Allah memberiku umur maka Ramadhan tahun depan semoga lebih baik lagi dari Ramadhan ini. Semoga … aamiin.

What a Colorful Day

Hari ini banyak hal terjadi, entah warna-warni atau gado-gado. Mulai dari Faqih yang rewel minta gendong pagi-pagi, teman kantor yang tiba-tiba harus cuti karena mertuanya meninggal, persiapan SWisS yang seadanya, sampe rumah yang kebanjiran air talang mampet. Ini kalo diibaratkan putaran roda sedang lumayan cepat, sebentar di atas sebentar sudah di bawah lagi 🙂 , tapi pasti ada hikmah dari seharian ini.

image

Continue reading “What a Colorful Day”

Insiden Doorprize Koperasi

Kemarin saya mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai di kantor. Ini kali kedua atau ketiga saya mengikuti RAT selama kurun sepuluh tahun saya bekerja. RAT tahun ini agaknya cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena selain dihadiri oleh anggota koperasi juga dihadiri pejabat-pejabat teras Suku Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan DKI. Rencananya mantan Kepala Lemsaneg yang juga menjabat Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DKI akan hadir tapi hingga acara dimulai beliau tidak tampak.

Acara semacam ini sebenarnya kurang diminati oleh pegawai karena cenderung membosankan dan kurang menghibur tapi agaknya pengurus sudah menyiapkan segalanya. Beredar kabar saat acara akan dimulai, akan ada doorprize menarik yang dibagikan dalam acara ini. Wah, kejutan yan tentu menarik buat semua yang hadir. Dari 300 undangan dari 800-an anggota koperasi, yang hadir pagi itu tercatat 200-an orang. Ternyata benar rumor yang beredar itu. Setelah acara pembukaan, sambutan dan do’a. Sidang pleno diawali dengan pembagian doorprize tahap I, mulai dari sembako sampai peralatan elektronik yang jumlahnya cukup banyak. Tak urung suasana RAT yang awalnya tegang sontak berubah menjadi riuh rendah dengan adanya kejutan itu.

image
Senangnya dapat doorprize

Acara berlanjut ke sidang pleno mulai dari pengesahan tata tertib, ART Koperasi, Rencana Kerja, RAPB Koperasi hingga penghitungan dan pembagian SHU tahun 2009-2011. Di sela-sela sidang diselingi dengan diskusi dan pembagian doorprize, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13 lebih. Astaghfirullah … entah karena begitu serius mengikuti acara atau karena tergiur mendapatkan doorprize kami yang terbiasa sholat Dzuhur siang itu melewatkan momen penting itu.

Yang begini ini entah disengaja atau tidak, tapi adalah insiden bagi orang-orang beriman. Ketika godaan duniawi lebih menarik daripada panggilan akhirati maka sudah semestinya sebagai hamba kita menghisab diri. Semoga doorprize yang kami harap dan kami terima tidak menjadi istidhraj dari Allah, tapi sebagai pengingat bagi kami bahwa Allah sangat mengasihi hamba-Nya dan sepantasnyalah untuk disyukuri dengan semakin meningkatkan kadar takwa kami pada-Nya. Ya Allah, ampunkanlah dosa kami dan berkahilah nikmat ini.

image
Doorprize itu