Puasa Ramadhan #25

Malam ini kami menyempatkan diri i’tikaf di Masjid Agung Kebumen. Penampilan masjid ini sangat menarik, selain menampilkan ornamen klasik kayu jati sebagai tiang penyangga atapnya masjid ini juga dilengkapi fasilitas ibadah yang cukup lengkap dan nyaman. Sebut saja kamar mandi, toilet dan tempat wudhu terpisah bagi jama’ah putra dan putri, selain jumlahnya memadai kebersihannya juga cukup baik. Karpet masjid yang tebal lagi empuk di lantai sholat utama, mushaf Al-Quran di setiap tiang, kipas angin yang mendinginkan ruangan tersebut. Teras dengan lantai marmer yang sejuk, kipas angin di setiap tiang dan lampu-lampu benderang yang menghilangkan kesan suram.

Khusus di bulan Ramadhan, masjid ini buka 24 jam sehari. Berbagai kegiatan dipersiapkan pengurus masjid untuk memakmurkan masjid selama bulan suci ini. Jama’ah dimanjakan dengan berbagai kajian, ibadah sunnah hingga tabligh PHBI (peringatan hari besar Islam). Berikut program kegiatan menyambut Ramadhan di Masjid Agung Kebumen.

Malam ini malam ganjil di sepuluh akhir Ramadhan, kami menyengaja menginap di masjid untuk mengejar Lailatul Qodar. Awalnya kami ragu karena saat sampai pintu-pintu ruang sholat utama ditutup, tapi keraguan kami kemudian hilang ketika tidak lama pintu-pintu itu dibuka seiring semakin banyaknya jama’ah i’tikaf. Memang pelaksanaan i’tikaf di masjid ini belum sepenuhnya diatur oleh pengurus masjid sehingga hanya ada fasilitasi sholat tahajjud berjama’ah mulai pukul 12.30 hingga 13.30. Tidak ada kajian di awal malam, tapi ada sahur bareng di akhir malam yang disediakan pengurus masjid.

Namun demikian kami mengapresiasi pengurus Masjid Agung Kebumen, karena telah membuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk mengoptimalkan ibadah di bulan penuh berkah ini. Semoga segala amal kebaikan pengurus dan jama’ah diterima Allah ‘Azza wa jalla. Aamiin ya Rabbal ‘alamin…

Iklan

Musholla Ideal (Bagian 1)

Tidak terasa Ramadhan 1438 H sudah masuk hari ke-9, betapa cepatnya waktu berlalu… apa saja yang sudah kita lakukan selama bulan suci ini. Masyaa’Allaah

Ada yang berbeda di Ramadhan tahun ini… anggota keluarga saya bertambah dengan kehadiran Fia. Di hari kedua Ramadhan, tepatnya Ahad pekan lalu istri saya melahirkan putri pertama kami (sekaligus anak keempat saya). Setelah menjalani proses persalinan normal selama hampir 12 jam, akhirnya istri harus menjalani operasi cesar. Lahirlah Shofia Zahra Ramadhani, 3 kg 47 cm dengan bantuan dokter Dewi di RS. GPI. Alhamdulillaah … cerita terkait saya tuliskan di sini.

Sepekan terakhir rencana padat saya mengisi Ramadhan dengan berbagai amaliyah sedikit tergeser dengan “agenda dadakan” atas kelahiran Fia. Agak tertinggal memang, tetapi bukan saatnya untuk mengeluh sekarang karena Ramadhan terlalu sayang untuk dilewatkan tanpa perjuangan kan. Saatnya menata kembali agenda meraih Ramadhan Terbaik. Eh … saya jadi lupa mo nulis apa he he he gagal fokus.

Seperti tahun-tahun lalu, menjelang dan selama bulan puasa selalu ada keseruan terkait pengurusan musholla kami, Nurul Iman. Tahun ini lebih seru lagi karena kami… lebih tepatnya saya kurang memerhatikan waktu persiapan Ramadhan, jadilah pengurus belum ada persiapan bahkan ketika hadirnya tinggal beberapa hari. Untung saja hal yang bisa dilakukan dadakan seperti kerja bakti membersihkan musholla tetap berjalan sehingga tidak seperti tahun lalu yang minim peserta. Padahal kami bahkan telah melakukan pengecatan ulang dinding musholla dan kusen di dua pekan sebelum Ramadhan. Di sinilah kemudian muncul sedikit permasalahan, sebagian jama’ah musholla mempertanyakan dari mana dana pengecatan itu mengingat kas musholla yang “biasa” minim. Duh … yang begini ini kadang bikin emosi, tapi memang mesti disikapi secara positif. Mengapa? Karena itu hak jama’ah mengetahui aliran dana musholla, dan kewajiban pengurus untuk menyampaikan secara akuntabel dan transparan. Inilah azas yang perlu dipahami oleh Musholla Ideal.

Setiap organisasi masyarakat mempunyai kewajiban menyampaikan kepada masyarakat secara akuntabel dan transparan terkait pengelolaan dana dari masyarakat, tidak terkecuali musholla.

Nah … akhirnya dengan usaha maksimal, kami menyusun laporan keuangan peningkatan sarana prasarana musholla lalu menyampaikannya di malam pembukaan sholat Tarawih. Semoga seluruh jama’ah memahami dan memakluminya. Pengurus juga manusia…

‚Äč

Cerita musholla ideal berikutnya ada di sini. Marilah kita optimalkan interaksi kita dengan masjid/musholla di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Salam Ramadhan Terbaik