Membuat SIM A di Pasar Segar (Percobaan #2)

Ini kali kedua saya datang ke Pasar Segar Depok untuk membuat (mengurus pembuatan -red) SIM A. Kali ini sesuai instruksi, saya langsung menuju ke tempat tes praktik. Petugas penguji praktiknya masih sama, sehingga beliau langsung mengenali saya.

Eng ing eng… saya langsung dag dig dug. Sempat ngobrol sebentar dengan mbak-mbak yang sudah ada di situ setelah mengikuti ujiam praktik dan berhasil. Dia bilang itu kali keduanya, meskipun pengakuannya sudah biasa bawa mobil sendiri. Ya ya ya… saya berharap juga bisa sukses ujian.

Bapak petugas segera menyilakan saya masuk ke dalam mobil. Saya duduk tenang lalu menyalakan mobil brem brem brem… sesuai instruksinya saya maju lalu belok kanan. Berhenti di depan cone, saya lalu mundur masuk ke area parkir seri di kanan. Sukses…!

Selanjutnya saya maju lalu belok kiri, kemudian atret (mundur -red) untuk parkir paralel di kiri. Sekali belum pas, saya disilakan petugas maju lagi untuk mengulang. Dua kali, ternyata malah belakang mobil menyentuh balok kayu. Duh… gagal maning… gagal maning...

Saya kembali mendapatkan slip biru tanda mengulang ujian praktik 2 pekan lagi. Pesan bapak petugas penguji: ” Datangnya lebih pagi besok ya, Pak Guru…”. Apa boleh buat, saya mesti balik lagi ke sini untuk ketiga kali. Uhuk…

Iklan

Membuat SIM A di Pasar Segar (Percobaan #1)

Ramadhan Karim …

08.20 – Sampe pasar segar, parkir motor 2.000 trus masuk ke dalam. Fotokopi KTP 2 lembar 2000 (mahalnya…), sempat bingung nyari tempat fotokopi ternyata di dalam banyak.
08.25 – Masuk ke lokasi pembuatan SIM, bingung karena gak nemu prosedur urusnya langsung ke loket pendaftaran. Ternyata mesti bawa formulir lengkap, diminta periksa kesehatan dulu.
08.30 – Periksa kesehatan di klinik belakang bayar 22.500, tensi kelar. Diarahkan ke loket asuransi, bawa surat keterangan sehat.
08.35 – Bayar asuransi 30.000, dapat kartu asuransi untuk SIM A/B dan diarahkan ke loket pembayaran.
08.33 – Bayar biaya buat SIM A 120.000, mendapatkan formulir isian.
08.35 – Mengisi formulir dan menyerahkan ke loket pendaftaran. Diminta menunggu panggilan di ruang tunggu.
08.45 – Duduk menunggu panggilan sambil nonton tivi kabel (lumayan).
09.30 – Akhirnya dipanggil ke loket pengambilan SIM (hah… sudah jadi?). Ternyata diarahkan ke ruang foto.
09.35 – Antre berdiri, masuk ruang foto.
09.58 – Foto, cap jari dan tanda tangan digital. Diarahkan ke ruang uji teori.
10.05 – Masuk ruang uji teori, diminta ke komputer yang tersedia (CAT nih ye…). Soal pelayanan 7, soal uji 30. Waktu 15 menit (banyak soal besaran-besaran tertentu yang pasti gak inget). Alhamdulillah minimal 23 soal benar, lulus (makan-makan… eh lagi puasa ya).
10.22 – Selesai dan diarahkan ke uji praktik (eng ing eng…). Mulai panik, sempat diberi contoh sama instruktur. Buru-buru ke musholla (do’a yang khusyuk biar lulus).
10.50 – Mulai ujian praktik, gagal… duh. Ngulang praktik 2 pekan lagi. Dari 5 orang yang uji praktik cuma 2 orang yang lulus, sisanya gatot (hu hu hu…).
11.00 – Meninggalkan pasar segar dengan perasaan galau. Sudahlah… besok dicoba lagi.

image

Mengurus Surat Kehilangan di Polsek Beji

Ramadhan Karim…

Hari ini saya mengurus Surat Keterangan Kehilangan di Polsek Beji. Saya baru sadar telah kehilangan Sertifikat Asuransi Tabungan Berencana ketika melengkapi berkas klaim Tabungan Berencana almarhumah istri saya. Saya bahkan tidak ingat kapan kira-kira berkas itu tidak lagi ada di tempatnya. Sungguh ceroboh…

Ini pertama kali saya masuk komplek Polsek Beji padahal hampir setiap hari saya melewatinya he he he… Setelah parkir motor, saya langsung menuju Sentra Pelayanan. Ruangannya di depan kanan, persis sebelah parkir motor sehingga mudah dijangkau. Waktu saya masuk, kursi antrean sudah hampir penuh. Sekitar 5 orang sedang menunggu giliran, saya orang terakhir. Pikir saya bakal lama nih, ternyata tidak sampai satu jam berkas yang saya butuhkan sudah di tangan.

Catatan saya untuk pelayanan Surat Keterangan Kehilangan Polsek Beji:
– syarat-syarat: KTP, berkas/data terkait (mudah jika ada)
– waktu: 5-10 menit (tidak termasuk antrean)
– pelayanan: ramah dan bersahabat
– biaya: gratis (jangan pernah beri tip)
Karenanya untuk layanan ini saya berikan penilaian: ***** (sangat memuaskan)

Terima kasih, Pak Polisi. Terus tingkatkan kualitas layanan Anda. Semoga berkah untuk Anda dan selalu bermanfaat untuk masyarakat.

Disclaimer
Penilaian saya tidak merepresentasikan kondisi berbeda untuk kasus yang sama ataupun berbeda.

Salut dan Terima Kasih untuk TM Bookstore

Ahad kemarin saya dan keluarga meluangkan waktu jalan-jalan ke Detos. Memang ada yang mau kami cari, selain juga memenuhi janji istri saya kepada Mufida untuk membelikannya buku sesudah ujian kenaikan kelas. Salah satu tempat favorit kami belanja buku adalah di TM Bookstore (TMB) Detos, sekalian kami mencari baterai untuk kamera digital yang telah lama soak.

Hampir jam 12 siang, batas waktu diskon di TMB, kami masih di Samsung Service Center menanyakan baterai baru di bagian spare part. Saya yang tiba-tiba ingat langsung mengajak Mufida bergegas menuju TMB, waktu kurang dari 10 menit. Tiba di TMB jam 12 kurang 3 menit, Mufida langsung memilih buku yang dia suka. Jam di hape saya menunjuk waktu 11.59 saat kami menuju kasir dan syukurlah kami masih kebagian diskon. Lumayan… orang Indonesia kan paling demen yang beginian.

Sesampai di rumah kami beristirahat, Mufida baru membuka plastik buku-buku barunya sore menjelang malam. Sayangnya setelah membaca salah satu buku dia menemukan beberapa halaman kosong, maka dia komplen pada umminya. Sesudah Maghrib saya dilapori istri terkait buku yang bermasalah tadi. Saya minta bon pembelian buku itu pada istri, untungnya masih ada. Selepas Isya’ saya bergegas menuju Detos untuk mengajukan komplen ke TMB.

Sampai di TMB saya temui petugas yang berjaga di area pintu masuk toko, iapun menyambut saya dengan senyum lalu menanyakan apa keperluan saya. Sengaja di jalan menuju TMB saya siapkan buku dengan halaman kosong itu dan bon pembeliannya. Segera saja saya sampaikan komplen atas buku itu. Di luar dugaan, tanpa menanyakan hal terkait pembelian si petugas langsung memanggil seorang staf yang berjaga di deretan rak buku lalu memberikan buku itu padanya. Ia meminta staf itu mengambil buku yang sama sebagai pengganti, si staf langsung bergegas menuju rak tempat buku yang sama dipajang. Petugas dan staf itu lalu membuka plastik buku di depan saya, setelah tidak ditemukan halaman kosong petugas TMB memberikannya pada saya.

Mantap, tidak sampai 5 menit saya berada di TMB untuk komplen dan saya langsung mendapatkan hak saya. Salut dan terima kasih untuk TM Bookstore untuk pelayanannya.

image
TM Bookstore Detos

Mengurus Akte Kelahiran (AKAP)

Jum’at pekan kemarin saya mengurus Akte Kelahiran Khalid, anak ketiga kami. Sebenarnya istri sudah berulang kali mengingatkan saya untuk hal ini, tapi kesibukan memaksa saya baru mengurusnya setelah usia Khalid sebulan lewat. Satu pekan sesudah Khalid dan umminya pulang dari RS, saya sudah mulai mencari info terkait urus-mengurus Akte Kelahiran. Dari diskusi di grup WA plus googling lengkap sudah informasi yang saya butuhkan, tapi akhirnya yang saya alami kemarin adalah hal paling valid yang mesti saya share untuk Anda semua.

Berkas Persyaratan
Sebelum saya mengurus surat pengantar ke RT, RW dan Kelurahan terlebih dulu saya meminta daftar berkas yang menjadi persyaratan mengurus Akte Kelahiran. Beruntung saya cukup dekat dengan Ketua RT tempat tinggal saya, cukup SMS beliau langsung mengirimkan daftar berkas persyaratannya.

Berkas persyaratan Akte Kelahiran adalah:
1. Kartu keluarga (KK), cukup fotokopinya saja, 1 lembar
2. KTP suami-istri, juga fotokopinya, masing-masing 1 lembar
3. Surat nikah, fotokopinya, masing-masing 1 lembar
4. Keterangan lahir dari bidan/RS, aslinya bukan fotokopi
5. Surat pengantar Kelurahan, asli.

Nah, sesudah menyiapkan berkas persyaratan di atas saya langsung menuju rumah beliau. Pak RT lalu membuatkan pengantar RT/RW untuk mengurus Surat pengantar Kelurahan. Tidak ada pungutan, dulu waktu saya di Jaktim di RT pasti disodori kotak amal.
Continue reading “Mengurus Akte Kelahiran (AKAP)”

Jalan-jalan dari Depok ke Pamulang

M3.2-I4-S2-2Z4.2-A4

Kemarin saya melakukan perjalanan AKAP dari Depok ke Pamulang. Jaraknya memang tidak terlalu jauh, hanya sekitar 16-an kilo atau 37-an menit menurut direction-nya google maps. Meski begitu dengan kecepatan motor standar dalam kota (50 km/jam) saya menempuhnya dalam waktu lebih dari 1 jam. Beberapa bulan lalu saya malah menempuhinya hampir 2 jam, karena jalan yang saya lewati sebagian rusak parah. Kali ini memang masih ada hambatan, tapi tidak seberapa.

image
Spanduk pemberitahuan dari Polsek Limo

Di dekat jembatan daerah Lereng Limo bagian jalan yang dekat sungai tampak di tutup seadanya dengan ranting pohon dan bambu. Di persimpangan masuk dari Jalan Raya Limo memang sudah ada penghalang jalan sehingga kendaraan roda 4/6 tidak bisa lewat. Di dinding tepi jalan pun tertempel spanduk mini pemberitahuan hal tersebut dari Polsek Limo. Bolak-balik lewat jembatan itu saya baru ngeuh kalo tepi sungai itu longsor, saya pikir jalan itu barusan diperbaiki seperti ruas-ruas jalan lain. Berikut foto kondisi jalan yang saya maksud.

image

image

image

Di foto terakhir tampak seutas kabel fiber optic (FO) terjuntai di sisi tanah yang longsor. Yang terpikir di benak saya adalah, jangan-jangan pekerjaan galian FO itulah yang menjadi penyebab longsornya bahu jalan pinggir sungai itu. Meski terkesan menghambat pengguna jalan tapi tindakan preventif seperti ini kiranya memang diperlukan, tidak perlu menunggu ada mobil terjungkal di jalan yang rawan longsor sebelum benar-benar menutup jalan itu bukan? Meski begitu mestinya ada tindakan perbaikan permanen yang sigap dari pemko mengingat jalan itu adalah jalan tembus alternatif yang menghubungkan Pondok Cabe dengan Limo.

Di sisi bagian Pondok Cabe arah Golf hambatan berikutnya adalah tenda biru alias tenda hajatan pernikahan warga yang memakai seluruh ruas jalan sebagai tempat resepsi. Untungnya ada gang yang bisa dilalui motor persis di sisi rumah tempat resepsi diadakan sehingga pengendara motor bisa lewat bisa tetap lewat jalan itu sedangkan kendaraan roda 4/6 mohon maaf harus berbalik dan mencari jalan alternatif lain.

image
Tenda biru memenuhi ruas jalan

Di pusat kota Tangsel tepatnya setelah alun-alun tampak pembangunan jalan lebar di satu sisi Jalan Raya Siliwangi sampai di depan Situ tCileduk. Jalan itu memang sering mengalami kemacetan parah terutama di jam sibuk bahkan Sabtu-Ahad.

Akhir tahun anggaran sepertinya jadi pilihan waktu bagi pemerintah untuk membenahi infrastruktur, entah apa alasannya. Ada yang bilang untuk menghabiskan anggaran, ada pula yang bilang itu karena menjelang pilkada. Apapun alasannya yang tampak oleh masyarakat adalah bahwa pemerintah tengah berusaha meningkatkan fasilitas umum yang mendukung aktifitas warga. Jalan-jalan yang tadinya rusak parah di Depok juga sudah diperbaiki. Contohnya ada pada foto-foto berikut, yang beberapa bulan sebelum ini kondisinya sangat memrihatinkan.

image

image

image

image

Semoga perbaikan jalan umum benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dan yang juga penting adalah semoga jalan-jalan itu dibuat atau diperbaiki dengan kualitas kerja yang baik sehingga umurnya panjang sehingga manfaat yang dirasakan juga bertahan lama. Mari kita sama-sama menjaga fasilitas yang dibangun dengan pajak yang sudah kita setorkan setiap tahunnya. Btw, sudahkah kita taat pajak?

Beratnya Menjalankan Amanah

Suatu ketika saya bersama rekan-rekan pengurus musholla mendapatkan amanah jama’ah untuk menggalang dana santunan bagi yatim dan dhuafa di lingkungan kami. Idenya sederhana saja, memberikan sedikit uang untuk mereka yang kekurangan dalam menyambut datangnya Idul Fitri. Prinsipnya berbeda dengan zakat fitrah yang wajib bagi setiap muslim, santunan ini dikumpulkan dari para donatur dalam kurun waktu satu tahun melalui kegiatan arisan dan digenapi dengan suatu malam amal.

Lingkungan kami memang bukan lingkungan masyarakat berpunya, lebih banyak ekonomi menengah ke bawah. Meskipun demikian semangat untuk meringankan beban sekaligus berbagi kegembiraan bersama kaum papa masih ada. Saya sadar mereka bukan orang-orang yang berlebih bahkan cenderung membutuhkan sehingga urusan uang menjadi hal yang rumit bila tidak hati-hati. Contohnya beruntun terjadi dua tahun belakangan.

Dua tahun lalu ketika kas yatim disimpan dalam celengan tertutup sebagai tabungan tahunan untuk anak-anak yatim dari arisan tidak ada yang menyangka ketika saat celengan itu dibuka isinya tidak seperti yang diharapkan. Entah bagaimana isinya sangat sedikit dan karena yang menyaksikan hampir semua orang yang mengisi celengan itu tak pelak lagi rekan yang diberi amanah untuk menyimpan celengan itu menjadi sasaran kecurigaan warga. Meski buru-buru sebagian di antara kami berusaha menenangkan suasana dan yang bersangkutan mengungkapkan pernyataan akan bertanggung jawab, amanah untuk menyimpan celengan itu langsung direnggut dari yang bersangkutan. Sungguh seperti tanpa ampun 😦

Continue reading “Beratnya Menjalankan Amanah”