Serial Super-Dad: Bercerita di Kelas

Pernahkah Anda bercerita saat mengantar anak tidur di malam hari (ngelonin-Jawa-red)? Saya rasa hampir semua ayah pernah melakukannya. Bagaimana dengan halnya bercerita di depan kelas, di hadapan anak-anak TK teman anak Anda? Nah, berikut saya tuliskan pengalaman saya dalam program sekolah Faqih: “Ayah Bercerita” …

Hari ini tidak seperti biasa, saya mendapat tugas kesempatan dari pihak sekolah Faqih, TK Islam Bina Shaliha, untuk bercerita di depan kelasnya. Pemberitahuan terkait kegiatan ini sudah sejak rapat ortu pertama atau hampir 5 bulan lalu, bahkan pengingatan oleh guru diberikan via SMS H-2. Tapi hingga malam hari H, saya masih bingung mo bercerita apa hari ini.

Awalnya saya mo membawakan cerita tentang seruling ajaib; kisah tentang seorang tukang cukur istana yang pandai menyimpan rahasia. Sedikit banyak ide awal ini didapat dari latar belakang profesi saya he he he …. Belakangan saya berubah pikiran, saya mencari cerita yang lebih bermakna. Karena tujuan Ayah Bercerita tentu bukan hanya pelibatan ortu dalam kegiatan kelas tetapi juga menyampaikan nilai-nilai positif untuk anak-anak semua.

H-1 sampe siang hari saya putuskan cerita “Gabah yang Sombong” yang saya pilih karena menasihatkan nilai rendah hati pada anak-anak. Cuma ada satu masalah, saya sulit menemukan gabah di zaman modern seperti sekarang ini padahal cerita saja tanpa ilustrasi tentu agak membosankan buat mereka. Akhirnya setelah duduk makan malam terlintas ide untuk menggunakan boneka-boneka milik Fida dan Faqih sebagai tokoh dalam cerita saya.

Taraaaaa … ide itu lalu mengalir begitu saja. Agar tidak lupa saya ketikkan sinopsisnya di laptop Intinya cerita tentang kewajiban anak yaitu belajar, kepatuhan pada ortu dan guru, serta indahnya persahabatan. Sinopsis bisa dilihat di sini:
Continue reading “Serial Super-Dad: Bercerita di Kelas”

Selamat Jalan Ojdikramus …

Malam ini di hari saat sebagian anak bangsa Indonesia memeringati hari Kesaktian Pancasila, tersiar kabar bahwa seorang sesepuh persandian telah berpulang ke rahmatullah …

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un

Selamat jalan Ojdikramus, kau serahkan yang terbaik dalam hidupmu demi berbakti pada ibu pertiwi.

Telah kau lalui hampir semua fase dunia persandian ini, dan tak ada satupun yang meragukan jasa-jasa baikmu. Tak ada yang lebih baik kecuali yang mengangkat senjata di masa perang dan menurunkan ilmu yang berguna di masa damai. Semoga khusnul khatimah dan surga Allah menjadi tempatmu kembali.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu

Wahai generasi penerus Alm. Ojdikramus, contoh terbaik dan saksi hidup persandian kini telah tiada. Bila perjuangan almarhum mulia maka luruskan amal kalian sehingga keikhlasannya menjadi penghapus dosa almarhum. Bila ilmu yang almarhum ajarkan bernilai maka amalkan dengan sungguh-sungguh sehingga manfaatnya menjadi pemberat timbangan kebaikan beliau di akhirat kelak. Dan ingatlah untuk selalu mendo’akan almarhum karena sebaik-baik peninggalan sesudah mati adalah shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang selalu mendo’akan orangtuanya.

Continue reading “Selamat Jalan Ojdikramus …”