Berhenti Sejenak | Sebuah Renungan

Departemen Rekruitmen dan Training PSDM One Day One Juz

ODOJ SPIRIT MESSAGE (OSM)

BERHENTI SEJENAK

Setiap diri kita ada saat dimana hati galau, capek, dan bahkan bosan dengan kondisi yang sama dan terus menerus dihadapi. Menjadikan jasad bahkan pikiran kita terkendalikan oleh rasa itu.

Berhenti sejenak untuk merenovasi hati adalah kemungkinan yang bisa kita lakukan. Dengan cara dan metode yang akan membuat kita bersemangat kembali.

Salah satu caranya adalah menyapa alam, berinteraksi dengan sekitar, berbagi cerita dan juga bertukar pengalaman dengan sahabat kita.

Cara yang lebih ampuh lagi adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah kita, menghadirkan hati kita dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Sehingga kita lebih merasakan keterlibatan Allah dalam kondisi apapun yang kita alami.

Berhenti untuk melanjutkan perjalanan dan pekerjaan bukan hanya berhenti untuk meninggalkan semuanya. Namun kita hanya butuh penyegaran untuk meningkatkan semangat kita kembali.

Dengan semangat yang baru, hati kita akan lebih termotivasi untuk bertahan di dalam kebaikan. Menjadikan hari- hari kita untuk lebih bermanfaat bagi orang lain.

Khotimah Harahap
Dept. Rekruitmen dan Training PSDM-

OSM-1781/3/2021 21 Maret 2021

Surat buat Ummi

Assalamu ‘alaiki, ya Ummu Fida.

Alhamdulillah kami sehat wa ‘afiat. Semoga juga Ummi, selalu dalam rahmat Allah. Sejak Juni lalu kami kumpul di rumah. Kakak Fida sudah hampir 2 tahun sekolah di pesantren, jadi paling bisa kumpulnya kalo pas lebaran dan tahun baru aja.

Oh ya, sekarang kami bertujuh lho. Sejak 17 Juli ada anggota keluarga baru, namanya Alfani. Kami biasa memanggilnya dek Fani. Suasana rumah jadi tambah ramai lho, Mi. Sebenarnya bukan karena dek Fani suka rewel, tapi karena sudah sejak Maret lalu anak-anak sekolah di rumah karena pandemi Covid-19. Syukurnya waktu lahiran dek Fani ada mbah putri yang menunggu anak-anak, abi jadi gak kalang kabut.

Mi, kangen gak sama anak-anak? Pasti lah ya, mosok abi pake nanya segala. Abi bahagia anak-anak sudah tumbuh jadi remaja, cuma kadang abi merasa haru kalo membayangkan saat-saat nanti kalian bertemu. Kira-kira Ummi masih inget mereka gak ya? Kakak Fida sekarang sudah lebih tinggi dari mamanya, sudah kelas 3 SMP sebentar lagi SMA. Waktu awal di pesantren badannya nyusut, pipinya tirus tapi jadi tambah cantik kalo kata eyang kakung. 3 bulan di rumah sudah balik lagi sih endutnya, sudah seperti sebelum masuk pesantren.

Mas Faqih sudah kelas 6 SD. Badannya mekar dan tinggi, makannya banyak dan tenaganya juga kuat. Selain suka menghafal Quran, Mas Faqih juga suka bahasa Arab lho. Sepertinya Mas Faqih bakal kiliah di Timur Tengah nih, Mi. Kalo mas Faisal sekarang sudah SD, kelas 1 sih tapi sudah mulai berani. Mas Faisal orangnya kalem, penyayang dan perhatian banget. Mas Faisal selalu bilang masih inget Ummi lho, padahal sudah sejak 2 tahun gak ketemu kan.

Abi cuma bisa bersyukur, Mi. Abi diberikan Allah kesempatan ketemu penerusnya Ummi, yang sayang banget sama anak-anak. Abi sendiri takjub, bagaimana bisa anak-anak sudah menganggap mamanya seperti ibu mereka sendiri. Malah kadang abi merasa, bahkan dek Fat lebih sayang pada anak-anak ketimbang abi sendiri. Abi masih bisa jengkel sama anak-anak, kadang marah-marah. Tapi dek Fat orangnya sabar banget, mungkin karena dia dekat sama Al Quran. Anak-anak meski kadang bandel, juga lebih nurut sama mamanya sekarang. Abinya kalah…

Ummi, hampir setiap bulan abi mengajak anak-anak dan mamanya menjenguk pusara Ummi. Mereka selalu abi ingatkan kalo dulu ada ibu yang menyanyangi dan mengasuh mereka sejak dalam kandungan. Abi selalu bilang, jadilah anak yang sholih karena hanya dengan begitu kalian bisa ketemu lagi sama Ummi. Karena Ummi kan istri dan ibu yang sholihah, tentu kami hanya bisa kumpul lagi jika kami juga sholih. Semoga kelak kita akan dipersatukan lagi, sebagai keluarga besar. Inget gak dulu waktu awal kita menikah, Ummi sempat nanya abi mo punya anak berapa? Waktu itu abi bilang di tengah-tengah antara jumlah anak dari keluarga abi dan Ummi saja. Keluarga abi anaknya 3, keluarga Ummi anaknya 7. Sekarang anak abi ada 5, pas kan.

Kapan-kapan abi ceritain deh tentang kak Fia, anak perempuan abi yang jagoan. Kalo ketemu dia Ummi pasti gregetan deh, antara rambut kritingnya yang gemesin sama tingkah polahnya yang gak kalah sama mas-masnya yang cowok. Insya’Allah abi akan cerita panjang lebar, semoga Ummi gak bosen ya.

Salam dari kami semua buat Ummi di sana, semoga selalu diterangi rahmat Allah dan ditemani amal-amal baik Ummi ya biar gak kesepian. Aamiin.

Sampai ketemu di surga-Nya. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Abi, dek Fat dan anak-anak

Bintang Kebaikan

Di ultah perkawinan kami, istri membuat program baru untuk anak-anak: Bintang Kebaikan. Apa itu? Simak tulisan berikut.

Study from Home

Kita sama memahami, untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 maka pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk #stayathome selama masa tanggap darurat Covid-19. Salah satu imbasnya adalah program sekolah di rumah #studyfromhome #SfH yang berjalan hampir 3 pekan terakhir.

Awalnya tentu anak-anak merasa senang ketika tidak harus bersekolah tapi lambat laun mereka merasa bosan berhari-hari tinggal di rumah saja. Kali ini mereka juga tidak boleh bermain di luar seperti saat liburan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri buat ortu. Salah satu kendala utama #StudyfromHome adalah ketika anak-anak tidak punya ritme yang teratur dalam aktivitasnya sehingga banyak sekali kegiatan tidak positif yang mereka kerjakan. Main hape mungkin satu yang paling banyak dikeluhkan netizen di status WA mereka, yang lain berkisar nonton TV, berantakin mainan, dan lain-lain. Nah, bagaimana kami mengatasinya?

Bintang Kebaikan

Ini dia, program besutan istri di ultah ke-4 perkawinan kami. Entah dari mana idenya, pagi-pagi habis Subuh istri menyampaikan program ini ke anak-anak dan langsung mendapat sambutan positif. Mantap istriku đź‘Ťđź‘Ť

Seperti apa programnya? Tunggu ya, kami mo sholat Dzuhur berjama’ah dulu…

To be continued…

Mengunjungi Sejuta Masjid (#5 dan #6)

Sebenarnya bukan yang kelima tapi mood menulis saya sedang di tempat lain aaaaarrrrghhh…

Baiklah. Daripada tidak dimulai mending saya mulai menulis saja kapan pun saya bisa. Seperti sekarang, saat momennya tidak benar-benar pas he he he…

Kamis dan Jum’at ini saya ada agenda di Bandung, menginap di sekitaran Cihampelas. Di Maghrib, Isya’ dan Subuh saya sempatkan sholat berjam’ah di masjid terdekat.

Masjid Cipaganti

Bukan pertama kali ini saya mampir di masjid ini, tapi saya lupa kapan persisnya dulu. Masjidnya lebar dan lega, memanjang di jalan Cipaganti.

Berikut alamatnya (by Google Maps):

Jl. Raden AA. Wiranata Kusumah No.88-82, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40161
0812-1442-6071
https://maps.app.goo.gl/ZWBgCUXsoabN6fWx5

Nah, sehari sebelumnya saya berkesempatan mengunjungi masjid perkantoran di Jakarta Pusat. Masjid milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini meski tampak sederhana tapi asri dan sejuk.

Masjid Ardhussalaam

Kalau Anda sedang ada keperluan di sekitar Kemayoran dan kebetulan waktu sholat, sila mampir di sini. Meskipun masjid ini ada di dalam lingkungan kantor BMKG, tetapi bisa diakses oleh masyarakat umum.

Alamatnya di sini (by Google Maps):

Kantor BMKG, Jalan Selaparang
RW No.10, RW.10, Gn. Sahari Sel., Kec. Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10610
https://maps.app.goo.gl/ugVyMKnkfAdfPXXW9

Ayah Bercerita #3

Ini kali ketiga saya mesti berhadapan dengan anak-anak yang masih sangat polos, dan saya tetap saja nervous. Dua kali sebelumnya saya begitu excited, sehingga saya menyiapkan cerita sekaligus peralatan pendukung untuk aksi saya di kelas TK ini. Berbeda dengan kali ini, saya agak kurang siap. Ehem…

Mengunjungi Sejuta Masjid (#4)

Sebenarnya sudah beberapa kali terlewat post mampir di masjid/musholla. Seperti saat kami sekeluarga menghabiskan weekend di Kidzania. Kami menyempatkan sholat Maghrib dan Isya’ di musholla Kidzania. Kecil sekali memang untuk ukuran tempat wisata yang dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan pengunjung tiap harinya, tapi tetap bersyukur masih ada tempat untuk beribadah. Sayangnya kami tidak mampir di musholla/masjid Pacific Place yang pastinya lebih representatif untuk lebih banyak jama’ah, mungkin lain kesempatan.

Oke, sore kemarin saat pulang kantor saya mampir sholat Maghrib di Musholla Al Hidayah di bilangan Sawangan, Depok. Tempatnya sangat strategis khususnya untuk biker seperti saya, persis di pinggir jalan dan ada cukup tempat untuk parkir motor. Kalo Anda pake mobil memang parkirnya jadi agak jauh, di parkir ruko di sebelah musholla atau di parkir warung/toko di seberang jalan.

Lokasinya di sini: Jl. Raya Muchtar Kel, Sawangan Baru, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511. Persisnya di seberang Warung Mie Mbah Giyo.

Yang kebetulan lewat situ pas waktu sholat, sila mampir…

Mengunjungi Sejuta Masjid (#2 dan #3)

Sore ini mampir sholat Maghrib daerah Kp. Waru, Ciseeng. Masjid Jami’ Al Maarif ini dulunya kecil dan maaf agak kumuh. Tapi sekarang, alhamdulillah, megah dan nyaman.

Sila mampir sholat di masjid ini.

Jami Al Maarif Mosque
Jl. H. Mawi No.17, RT.3/RW.7, Warujaya, Kec. Parung, Bogor, Jawa Barat 16330
https://maps.app.goo.gl/hbBfrdNhDybVHKpC6
Shareloc by Google.

Ternyata malam ini mesti mampir sholat Isya’ di sekitaran Depok Jaya. Masjid Jami’ Baitul Hamid.

Sila mampir sholat di sini.

Masjid Jami Baitul Hamid
Jl. Leli II No.119-102, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
https://maps.app.goo.gl/3ZYeD3Si2LusTi7e7