Mengunjungi Sejuta Masjid (#5 dan #6)

Sebenarnya bukan yang kelima tapi mood menulis saya sedang di tempat lain aaaaarrrrghhh…

Baiklah. Daripada tidak dimulai mending saya mulai menulis saja kapan pun saya bisa. Seperti sekarang, saat momennya tidak benar-benar pas he he he…

Kamis dan Jum’at ini saya ada agenda di Bandung, menginap di sekitaran Cihampelas. Di Maghrib, Isya’ dan Subuh saya sempatkan sholat berjam’ah di masjid terdekat.

Masjid Cipaganti

Bukan pertama kali ini saya mampir di masjid ini, tapi saya lupa kapan persisnya dulu. Masjidnya lebar dan lega, memanjang di jalan Cipaganti.

Berikut alamatnya (by Google Maps):

Jl. Raden AA. Wiranata Kusumah No.88-82, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40161
0812-1442-6071
https://maps.app.goo.gl/ZWBgCUXsoabN6fWx5

Nah, sehari sebelumnya saya berkesempatan mengunjungi masjid perkantoran di Jakarta Pusat. Masjid milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini meski tampak sederhana tapi asri dan sejuk.

Masjid Ardhussalaam

Kalau Anda sedang ada keperluan di sekitar Kemayoran dan kebetulan waktu sholat, sila mampir di sini. Meskipun masjid ini ada di dalam lingkungan kantor BMKG, tetapi bisa diakses oleh masyarakat umum.

Alamatnya di sini (by Google Maps):

Kantor BMKG, Jalan Selaparang
RW No.10, RW.10, Gn. Sahari Sel., Kec. Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10610
https://maps.app.goo.gl/ugVyMKnkfAdfPXXW9

Mengunjungi Sejuta Masjid (#4)

Sebenarnya sudah beberapa kali terlewat post mampir di masjid/musholla. Seperti saat kami sekeluarga menghabiskan weekend di Kidzania. Kami menyempatkan sholat Maghrib dan Isya’ di musholla Kidzania. Kecil sekali memang untuk ukuran tempat wisata yang dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan pengunjung tiap harinya, tapi tetap bersyukur masih ada tempat untuk beribadah. Sayangnya kami tidak mampir di musholla/masjid Pacific Place yang pastinya lebih representatif untuk lebih banyak jama’ah, mungkin lain kesempatan.

Oke, sore kemarin saat pulang kantor saya mampir sholat Maghrib di Musholla Al Hidayah di bilangan Sawangan, Depok. Tempatnya sangat strategis khususnya untuk biker seperti saya, persis di pinggir jalan dan ada cukup tempat untuk parkir motor. Kalo Anda pake mobil memang parkirnya jadi agak jauh, di parkir ruko di sebelah musholla atau di parkir warung/toko di seberang jalan.

Lokasinya di sini: Jl. Raya Muchtar Kel, Sawangan Baru, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511. Persisnya di seberang Warung Mie Mbah Giyo.

Yang kebetulan lewat situ pas waktu sholat, sila mampir…

Plus-Minus Naik Trans-Jogja

Perjalanan kali ini saya berkesempatan menjajal lagi moda transportasi umum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Trans-Jogja. Sudah beberapa tahun layanan Trans-Jogja dinikmati oleh masyarakat DIY, dan saya baru beberapa kali juga menggunakannya. Memang ada opsi-opsi moda transportasi lain seperti taxi, Grab, Gojek, atau ojek pangkalan, tapi dari sisi biaya tidak bisa dipungkiri tarif Trans-Jogja lebih murah daripada opsi lainnya. Untuk trip: Plaza Ambarrukmo – Terminal Jombor saja misal, tarif Trans-Jogja hanya Rp 3.500,- sedangkan Grab (car: Rp 38-55.000,-; bike: 19-35.000,-). Itu bagian plusnya Trans-Jogja. Sedikit minusnya adalah dari waktu tempuh. Untuk trip yang sama, dengan Grab hanya butuh waktu kurang lebih 15-25 menit sedangkan dengan Trans-Jogja butuh waktu 30-45 menit. Dari sisi kenyamanan tentu relatif tergantung selera masing-masing tapi yakin Trans-Jogja jauh lebih nyaman ketimbang bis kota konvensional. Jarak tempuh pemberangkatan dan tujuan juga jadi pertimbangan memang tapi sedikit berjalan kaki sehat untuk kita bukan.

Jadi itulah plus-minus naik Trans-Jogja. Buat kita masyarakat desa yang bergelut dengan kehidupan kota tentu menjadi salah satu pilihan terbaik saat membutuhkan transportasi dalam kota. Semoga ke depan Trans-Jogja bisa menjadi moda transportasi utama di Jogja dan sekitarnya sehingga kemacetan yang kini mulai menghantui kota sejarah ini bisa teratasi sebelum menjadi permasalahan besar yang mengganggu.

Yang Menarik di Magelang (Bag. 3)

Ini lanjutan dari tulisan saya terdahulu, di sini dan di sini, tentang keindahan kota Sejuta Bunga. Tanpa saya sadari postingan itu sudah berumur 5 tahun lebih. Subhanallah, ke mana saja saya ya… he he, banyak tempat lain tapi saya belum menuliskannya. Padahal saya termasuk orang yang paling suka berbagi, terutama cerita. Maka saya mulai lagi sekarang.

Salah satu tempat favorit saya waktu kecil adalah Alun-alun, memang bukan lapangan yang luas itu melainkan tempat bermain game di salah satu pusat pertokoan di situ sebut saja Gardena. Buat cah Magelang yang bukan generasi milenial pasti paham maksud saya. Tapi sekarang situasi sudah berubah… Alun-alun benar-benar menjadi magnet untuk masyarakat kota Magelang khususnya dan wisatawan lokal sekitar Magelang umumnya. Kenapa begitu?

Pusat Jajanan

Di Alun-alun Kota sejak beberapa tahun terakhir dilengkapi dengan pusat jajanan (kuliner) yang menawarkan berbagai macam menu mulai dari lokal, nasional sampe internasional. Tapi jangan khawatir, harganya tetap bersahabat seperti sifat warga Magelang hi hi hi. Mulai beroperasi menjelang siang sampe menjelang tengah malam, pusat jajanan ini hampir selalu ramai pengunjung terutama di weekend. Tidak jarang pengunjung mesti sabar antre tempat duduk (yang memang masih terbatas) kecuali mereka memilih mode layanan yang kerakyatan, lesehan di pelataran rumput Alun-alun. Dan ini lebih menyenangkan untuk Anda dengan anggota keluarga lebih dari 4 seperti saya ha ha ha.

Lokasinya di sisi Utara di seberang deretan GKJ dan pertokoan. Dilengkapi tempat parkir yang cukup dan toilet umum yang bersih. Anda hanya butuh kesabaran ekstra, terutama di masa liburan, karena waiting time-nya bisa sampe 15 menit. Tapi jangan khawatir, Anda bisa menikmati keramaian Alun-alun sambil menunggu. Ada patung Pangeran Diponegoro yang historis, tower air yang melegenda, hingga water fountain yang akan saya ceritakan nanti. Pokoknya kita tidak akan bosan dengan suasana Alun-alun Kota Magelang.

Bersambung

Pendaftaran Online Puskesmas Beji

Beberapa hari lalu anak saya mengeluh sakit mata, meskipun bukan belekan tapi dia mengeluh nyeri sehingga bakalan gak konsen juga di sekolah. Kami putuskan dia gak masuk sekolah, dan kami periksa ke dokter. Puskesmas menjadi pilihan pertama kami, alasannya selain dekat dan gratis (dengan BPJS) juga nyaman untuk anak-anak. Awalnya saya niat mengambil kartu antrean pagi2, tapi istri menginfokan sepertinya antrean Puskesmas sudah online sekarang. Saya lalu searching link-nya di internet.

Hasil searching pendaftaran online puskesmas Depok

Berikut step2 saya mendaftar online Puskesmas di lingkungan saya.

Lanjutkan membaca “Pendaftaran Online Puskesmas Beji”

American Samoa Mengunjungi Saya

Tergerak oleh status seorang teman yang punya channel di YT, di mana subscriber-nya bejibun, saya iseng membuka dashboard WP saya. Di beberapa posting saya sebelumnya, saya begitu sedih melihat kenyataan netizen lebih memilih microblog ketimbang blog sehingga statistika pengunjung blog saya makin lama makin menurun seperti grafik berikut.

Saya jadi teringat kondisi ketika pengunjung blog ini begitu indah dilihat, dan dari berbagai wilayah di belahan bumi yang bahkan saya belum pernah kunjungi. Namun ada yang menarik ketika saya membuka statistika pengunjung kemarin, tidak banyak tapi dari hampir sepanjang katulistiwa bumi. Salah satunya American Samoa, mana itu ya? Saya jadi penasaran. Ok G****e, American Samoa…
Samoa Amerika, juga disebut dengan Samoa Timur, adalah sebuah wilayah tak terorganisasi dan terpisah milik Amerika Serikat yang berada di bagian selatan dari Samudera Pasifik, di timur negara Samoa. Populasinya pada 2003 berjumlah 70.260 jiwa dengan kepadatan penduduk 353/km². Wikipedia

Saya jadi berfikir, AS ini koq bisa ya punya wilayah yang terpencar2 gitu. Hawaii, Alaska, Samoa… gimana cara bisa begitu ya? Menurut Wiki ini step2 yang terjadi pada Samoa.

Luar biasa emang, gak kebayang wilayah yang jaraknya secara geografis 9.754 km dari AS bisa menjadi bagian wilayahnya bahkan ketika dipisahkan oleh Samudera Pasifik yang menghanyutkan. Wkwkw, hampir 2 kali lipat jarak Sabang ke Merauke. Mending kalo dari Sabang ke Merauke bisa mampir2 ke berbagai wilayah yang indah dengan pesona daerah masing2, lha ini dari AS ke Samoa kalo lewat jalan darat dan laut bisa mati kebosanan karena 90% waktunya dihabiskan di tengah lautan.

Sudah ya, saya ngantuk… siap2 terbang dulu.

Busway Dulu… Sekarang

Hari ini saya naik Busway ke bilangan Kuningan, semoga tidak macet karena ini hari Senin yang identik dengan kemacetan. Sudah lama sekali saya tidak naik bis Transjakarta, bahkan saya lupa kapan itu dan dengan tujuan ke mana. Yang saya masih ingat waktu dulu baru punya 1 atau 2 anak, saya dan istri jalan-jalan ke Monas naik Busway. Lumayan juga muter-muter tapi cukup nyaman karena bis ini termasuk yang terawat tidak seperti bis-bis kota lainnya.

Sebenarnya dulu banget dari Blok M ke Ragunan saya pernah naik bis kota AC, Steadysafe apa gitu cuma kelamaan trayek bis itu menghilang jadi orang gak punya alternatif selain Kopaja yang tau sendiri kualitas bis dan layanannya. Meski begitu hampir 3 tahun di ibukota, saya jadi terbiasa dengan Kopaja dkk. Pernah suatu masa saya tiap hari naik bis kota dan Kopaja pagi-sore, bahkan sampe ketiduran di situ seperti penumpang-penumpang lainnya. Begitulah kita, tresna jalaran saka kulina (kenyamanan muncul karena kebiasaan).

Lanjutkan membaca “Busway Dulu… Sekarang”

Prosedur Mendaftar Haji di Depok

Seorang senior mengingatkan saya bahwa seseorang yang mencapai usia 40, maka seperti itulah ia menghabiskan sisa umurnya. Beberapa saat kemudian beliau berbagi dalil terkait melalui WA.

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Imam Malik berkata,

أَدْرَكْتُ أَهْلَ العِلْمِ بِبَلَدِنَا وَهُمْ يَطْلُبُوْنَ الدُّنْيَا ، وَيُخَالِطُوْنَ النَّاسَ ، حَتَّى يَأْتِيَ لِأَحَدِهِمْ أَرْبَعُوْنَ سَنَةً ، فَإِذَا أَتَتْ عَلَيْهِمْ اِعْتَزَلُوْا النَّاسَ

“Aku mendapati para ulama di berbagai negeri, mereka sibuk dengan aktivitas dunia dan bergaulan bersama manusia. Ketika mereka sampai usia 40 tahun, mereka menjauh dari manusia.” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, 14:218)

Ibnu Katsir menyatakan bahwa ketika seseorang berada dalam usia 40 tahun, maka sempurnalah akal, pemahaman dan kelemahlembutannya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:623)

Dan menurut beliau bagaimana seseorang akan menghabiskan hidupnya akan tergambar dari kebiasaannya di usia 40 tersebut.

Lanjutkan membaca “Prosedur Mendaftar Haji di Depok”

Masjid di Sekitar Hotel di Indonesia

Eastparc Hotel Sleman, Yogya

Saat Anda berkunjung ke Yogya dan menginap di Eastparc Hotel, karena dekat dengan Bandara, mungkin Anda akan kesulitan menemukan masjid yang dekat. Hotel ini terletak di Jalan Kledokan, Ngentak, Sleman di mana tidak terdapat masjid di sepanjang jalan tersebut, tapi sebenarnya ada koq masjid di sekitarnya. Meskipun hotel ini menyediakan musholla yang cukup nyaman tapi bagaimana bila Anda ingin sholat di masjid?

Peta tersebut (Courtessy: Google Maps) menunjukkan masjid terdekat dengan Eastparc Hotel, yaitu Masjid Margotunggal. Lokasinya di belakang hotel, kira-kira berjarak 600 meter atau 7 menit dengan berjalan kaki.

To see this route visit https://goo.gl/maps/rQGsvTGXG2r

Nah, jika Anda berkesempatan lagi menginap di hotel ini maka tidak perlu khawatir tertinggal sholat berjama’ah (terutama Shubuh) di masjid karena Anda bisa ke Masjid Margotunggal.

Lanjutkan membaca “Masjid di Sekitar Hotel di Indonesia”