Dirgahayu Persandian RI (2)

Ada beberapa ke-ambigu-an yang sering muncul di sekitar kita, seperti saat kita membuka link dari mesin pencari yang menunjukkan kita sebuah informasi di wikipedia, sering disertai sebuah keterangan tentang ke-ambigu-an ini yang artinya ada tulisan lain yang menggunakan istilah sama namun berbeda arti.

Begitu pula dengan “HUT Persandian”. Pada suatu masa disebut dengan istilah itu, HUT Sandi RI ke- … (sekian-sekian), suatu ketika berubah menjadi HUT Persandian ke- … (sekian-sekian), kemudian mengikuti tren penyebutan nomor menjadi HUT ke- … (sekian-sekian) Persandian RI. Terakhir saya mengikuti Upacara Tabur Bunga di TMP Kalibata, sang MC menyebutnya dengan … “dalam rangka HUT ke-65 Lembaga Sandi Negara”. Ya ke-ambigu-an ini tentu bukan hal yang prinsip, tidak perlu terlalu serius menanggapinya hanya sebagai pembelajaran tentang bagaimana konsisten terhadap suatu hal … seperti iman: “Katakan Tuhan itu Satu”. Dari sejak ayat itu turun hingga sekarang maknanya tidak berubah: Tuhan itu Satu=Esa=Tunggal, bukan satu tapi dua, tiga, atau … (sekian-sekian).

HUT ke-65 Persandian ini pun sedikit banyak diwarnai dengan ke-ambigu-an, tentang beberapa hal. Dan itu menjadi terbatas karena banyak kehormatan yang akan dipertaruhkan bila dibuka dalam media umum seperti blog ini. Entah apa hanya kantor ini saja yang mengalami hal serupa, atau memang ini lumrah terjadi di berbagai instansi pemerintah lainnya. Semoga baik kantor ini maupun instansi lain yang mengalami hal serupa bisa segera terlepas dari ke-ambigu-an seperti ini dan belajar lebih baik sehingga di masa mendatang hal ini tidak terjadi lagi.

“Keledai tidak akan terperosok dalam lubang yang sama dua kali”

Meski prestasi kantor ini belum tampak di lingkup nasional, namun tanda-tandanya seperti sudah mulai nampak di benak saya. Setidaknya itulah optimisme yang muncul di hati dan pikiran saya, dan saya yakin itulah yang juga muncul di hati dan pikiran rekan-rekan saya yang setiap hari bekerja di kantor ini untuk satu tujuan: Demi Kejayaan Nusa dan Bangsa. Tujuan luhur yang sudah semestinya ada pada diri setiap warga negara, khususnya bagi kami: Pegawai Negeri.

Sebagai motivasi buat saya dan rekan-rekan saya, beberapa tanda yang saya sebutkan di atas adalah:

  1. Meskipun RUU-KN sampai saat ini belum juga disahkan, bahkan terakhir di-evaluasi kembali oleh pemerintah tetapi pengalaman ini mestinya membuat kami tersadar bahwa zaman sudah berubah. Tidak ada yang lepas dari politik praktis, bahkan ketika kita berjuang untuk kejayaan nusa dan bangsa sekalipun. Hanya yang cerdas memilah jalan keluar, akan mendapat solusi terbaik dalam urusan politis ini.
  2. Kantor ini telah mulai berjalan dengan suatu landasan yang jelas: Renstra. … ya rencana strategis (5 tahunan) yang menjadi panduan bagi setiap instansi pemerintah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Sudah dua periode Renstra disusun dan digunakan, semoga ke depan Renstra kantor ini semakin baik dan benar-benar mengarahkan pada prestasi kerja yang semestinya dicapai.
  3. Mekanisme evaluasi kinerja sudah mulai dilakukan dengan rapi melalui: LAKIP. Meskipun nilai LAKIP belum merepresentasikan nilai kinerja kantor ini secara nasional namun setidaknya telah membentuk pola pikir dan pola tindaknya menuju profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas. lebih menggembirakan lagi, keberadaan unit audit internal: Inspektorat yang sudah mulai berkiprah demi perbaikan SPIP yang diharapkan mampu menjadi barometer bagi perubahan kondisi internal kelembagaan instansi pemerintah.
  4. Mulai bergulirnya Reformasi Birokrasi yang telah digagas pemerintah sejak periode kabinet sebelumnya. Menjadi bagian dari gelombang kedua bukan sesuatu yang sia-sia, dan bukan suatu yang mudah pula karena membutuhkan tidak hanya usaha keras tetapi juga komitmen yang disertai dengan kontribusi nyata dari semua pihak di kantor ini mulai dari pucuk pimpinan hingga staf yang terdepan. Reformasi birokrasi yang sering dikaitkan dengan remunerasi, padahal yang terakhir itu bukan tujuannya melainkan bonusnya, sudah seharusnya menjadi prioritas untuk segera diselesaikan namun tentu bukan berarti terburu-buru yang akan menyisakan banyak PR.
  5. Pengadaan barang/jasa di kantor ini sudah mengarah pada mekanisme ideal meski masih perlu peningkatan di sana-sini. Salah satu yang menjadi amanat Perpres tentang hal ini adalah: e-procurement (pengadaan secara elektronik), yang belum sepenuhnya diterapkan di kantor ini namun sedang dalam proses menuju ke sana. Perlu disadari bahwa bagian ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari langkah-langkah menuju good and clean governance, selain memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pengusaha dalam negeri selain menghindarkan monopoli yang berujung pada permainan harga dan kualitas barang yang buruk.
  6. Yang terakhir namun tidak bisa dipandang sebelah mata, peningkatan aktifitas keberagamaan (ibadah) di lingkungan kantor secara merata baik muslim maupun non-muslim. Hal ini adalah pondasi kuat bagi keseluruhan poin di atas, karena tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Sang Kholik, dan memberikan sebesar-besar kemanfaatan kepada manusia maka hal ini adalah tanda-tanda yang menurut saya menjadi awal optimisme fundamental. Beberapa pelajaran diberikan oleh para pendahulu kita tentang mencapai kejayaan nusa-bangsa dengan bekalan kualitas iman yang mantap dan akhlak yang terpuji.

Masih banyak catatan yang tidak mungkin saya tuliskan di sini tapi kiranya cukuplah ini sebagai memoar singkat khususnya bagi perjalanan kantor ini ke depan. Dan tak lupa dengan memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT, saya mengucapkan:

DIRGAHAYU KE-65 PERSANDIAN REPUBLIK INDONESIA, Semoga Membawa Kejayaan bagi Nusa dan Bangsa

Iklan

2 thoughts on “Dirgahayu Persandian RI (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s