Kepala Lemsaneg Dilantik Hari Ini

Hari ini Rabu, 4 Mei 2011. Menurut kabar burung (karena tidak bertempat di Lemsaneg), Kepala Lemsaneg yang baru dilantik. Tidak ada kabar resmi, bahkan ketika saya coba googling. Mungkin masih dirahasiakan, tetapi besok pastinya kabar resmi akan mulai beredar dan tidak pelak lagi sobat-sobat blogger persandian akan memasang postingan tentang hal ini. Update: kabar burung di atas telah dikonfirmasi dengan berita berikut.

Ke-ambigu-an tentang Jabatan Kepala Lemsaneg

Saya pernah menyebutkan hal ini pada tulisan saya sebelumnya, nah yang saya maksudkan adalah apakah jabatan tersebut tetap dipegang oleh seorang yang sudah pensiun? Apakah tidak ada aturan main yang menegaskan jabatan dihentikan bersamaan dengan masa pensiun seorang pejabat? Saya memang tidak (atau setidaknya belum) paham tentang aturan itu, tetapi secara logika hal itu menjadi ke-ambigu-an, mestinya secara umum hal ini diatur karena Lemsaneg bukan satu-satunya LPNK di pemerintahan ini sehingga tidak memiliki kekhususan dari yang lain tentang suksesi kepemimpinan.

Sudah 5 orang memimpin Lemsaneg dan beliau yang dilantik hari ini adalah Kepala Lemsaneg Ke-6. Secara berurut tanpa menyebutkan masa jabatannya (yang bisa Anda lihat di wikipedia), Ketua/Kepala Lemsaneg dari sejak berdirinya hingga sekarang adalah:

  1. Roebiono Kertopati
  2. Soebardo
  3. B.O. Hutagalung
  4. Nachrowi Ramli
  5. Wirjono Budiharso
  6. Djoko Setiadi

Dari keenam pimpinan Lemsaneg, lebih dari separuhnya berasal dari TNI non AKSARA, dua di antaranya lulusan AKSARA sekaligus AKMIL sedangkan sisanya lulusan AKSARA dan Sepawamil.

Meskipun Lemsaneg adalah LPNK dibawah koordinasi Kementerian Pertahanan bersama-sama TNI dan BIN tetapi secara SOTK adalah lembaga sipil sehingga ‘mestinya’ tidak mensyaratkan pimpinan ‘harus’ berasal dari ‘TNI’. Namun demikian, prerogatif ada pada Presiden dalam menetapkan siapa yang memimpin LPNK sehingga TNI sekalipun tetap punya hak bila ditunjuk beliau untuk menjabatnya. Jadi istilah ‘supremasi sipil pada organisasi sipil’ tidak sepenuhnya mutlak karena menyangkut kepentingan nasional strategis.

Saya membayangkan apakah kondisi seperti ini masih bertahan hingga sepuluh tahun ke depan? Kalo ya, sampai kapan kira-kira sehingga peluang seorang sipil bisa menduduki jabatan tersebut? Pertanyaan yang hanya terjawab di masa itu.

Lemsaneg dan Pemimpin Harapan

Lemsaneg sebagai LPNK yang ‘core business’-nya di bidang pengamanan komunikasi rahasia negara yang notabene hanya bergerak di ranah pemerintah sudah berumur lebih dari 65 tahun (dengan 5 masa kepemimpinan) dan memasuki usia ke-66 ini dipimpin oleh kepala baru (berarti rata-rata 13,2 tahun/kepala). Meskipun ketua-ketua/kepala-kepala sebelumnya telah meletakkan pondasi dan membangun lembaga persandian ini hingga pencapaian sekarang namun bukan berarti tugas dan tanggung-jawab penerusnya lebih ringan. Secara subyektif, lemsaneg mesti berbenah dengan kondisi yang ada dan membangun postur lembaga persandian yang semestinya.

Kepemimpinan yang baru boleh saja melanjutkan program yang sudah direncanakan dan dikerjakan sebelumnya tetapi adalah lebih ‘menarik’ jika mempunyai visi yang ‘lebih kuat’ untuk mencapai misi yang sudah ada, atau mempercepat prosesnya dan menambahkan misi-misi lain yang memberikan kemanfaatan lebih bagi bangsa dan negara ini. Hal ini tidak mustahil terlebih karena beliau sebelumnya adalah satu di antara 4 Eselon I Lemsaneg yang notabene menjadi pendamping kepala sebelumnya. Renstra berjalan masih 3 tahun ke depan dan beliau masih mungkin melanjutkan ke renstra berikutnya, sehingga keterkaitan kedua renstra bisa membawa kebaikan bagi organisasi ini minimal untuk sepuluh tahun ke depan. Toh visi Lemsaneg berjalan bertarget 2025, atau berarti masa 2,5 renstra lagi.

Sebagai rakyat kecil Lemsaneg saya dan teman-teman tentu punya harapan besar beliau yang menjadi pimpinan baru akan membawa perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik. Meskipun hal itu berarti memerlukan dukungan dari seluruh counterpart terutama seluruh pegawainya. Setiap pemimpin membawa warna sendiri-sendiri namun tujuan organisasi mestinya telah ditetapkan bersama dan tidak berubah-ubah sehingga ‘jalan cerita’-nya berarah sama meski dengan tempo yang bervariasi. Bila ada penyimpangan tujuan organisasi sudah semestinya pemimpin memberikan arahan dan petunjuk, namun tidak menutup kemungkinan bila kritik dan pengingatan malah disampaikan oleh mereka yang dipimpin. Tidak ada yang keliru karena masing-masing memiliki motivasi yang sama: memajukan organisasi ini sehingga bisa menjalankan tupoksinya dan memberikan kemanfaatan bagi pencapaian tujuan nasional.

Saya sungguh berharap akan ada Pidato Awal Masa Kepemimpinan oleh beliau, sekedar memberikan overview tentang visi-misi beliau yang tentu akan memotivasi kami semua untuk mendukung beliau mewujudkan visi-misi Lemsaneg. Semoga harapan saya ini terkabul. Dan sebagai bagian dari keluarga besar persandian, saya mengucapkan:

SELAMAT KEPADA BAPAK DJOKO SETIADI

SEBAGAI KEPALA LEMSANEG YANG BARU

SEMOGA ALLAH SWT. MERIDHOI ANDA DAN KITA SEMUA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s