Ranking LAKIP Lemsaneg 2009 (Edited|Ralat)

Kemarin, berita gembira dan cukup membanggakan datang dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi. Betapa tidak? (lagi-lagi deh) Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2010 sudah dirilis dan di dalamnya tercantum daftar instansi pemerintah lengkap dengan ranking hasil evaluasi LAKIP masing-masing. Yang membanggakan adalah dari hasil evaluasi tersebut, Lemsaneg menduduki peringkat 43 di daftar instansi pemerintah yang mendapatkan nilai CC (bukup baik). Anda bisa melihat beritanya di sini atau saya unduhkan di sini.

Seingat saya pada komentar saya di laman Peduli Lemsaneg, LAKIP Lemsaneg Tahun 2008 masih menduduki peringkat terendah di daftar instansi yang mendapatkan nilai D (kurang). Saya sudah dan masih mencari peringkat untuk LAKIP Lemsaneg Tahun 2009 tetapi belum mendapatkannya. Alhamdulillah, untuk LAKIP 2009 (yang sebelumnya saya kira LAKIP 2010) peringkatnya sudah naik ke 34 dengan nilai CC. Sebenarnya Saya ingin membandingkan capaian ini di tiga dua tahun terakhir, agar terlihat grafik perubahan kualitas LAKIP Lemsaneg dilihat dari penilaian hasil evaluasi oleh Menpan yaitu naik 36 peringkat atau 45,57% (dari 79 K/L). Namun demikian Saya mengucapkan selamat kepada Tim Penyusun LAKIP Lemsaneg Tahun 2010 2009 atas capaian yang cukup membanggakan ini. Masih ada peringkat yang lebih tinggi berarti berarti masih ada kesempatan perbaikan di tahun-tahun ke depan. Insya’Allah

Satu hal yang menonjol dari perubahan peringkat ini, diterbitkannya Renstra Lemsaneg 2010-2014 yang diturunkan ke Renstra Unit Kerja Eselon I dan II. Hal ini sepertinya menjadi poin tersendiri, mengingat sebelum 2010 Renstra Lemsaneg belum diturunkan ke Renstra Unit Kerja padahal Renstra menjadi salah satu kelengkapan dalam penilaian LAKIP instansi pemerintah. Selain itu sudah terdefinisikannya Indikator Kinerja Utama yang menjadi patokan dari pencapaian terget kinerja. Setidaknya dua hal itu selain dari mekanisme penghitungan capaian kinerja yang sudah mengarah kepada capaian target kinerja (yang sesungguhnya) bukan prosentase serapan anggaran semata (yang menggunakan alasan anggaran berbasis kinerja padahal kinerja tidak selalu berbasis anggaran bukan?). Dari informasi yang diberikan oleh salah satu rekan penyusun LAKIP, peningkatan ini sebagai efek positif dari asistensi langsung yang diberikan oleh Menpan dalam penyusunan LAKIP sehingga hal-hal yang tidak lengkap di tahun sebelumnya bisa dilengkapi dsb. Meskipun secara detil Laporan Hasil Evaluasi AKIP tersebut baru akan diberikan oleh Kementerian PAN dan RB kepada instansi pemerintah beberapa waktu yang akan datang namun poin-poin di atas setidaknya memberikan gambaran peningkatan kualitas LAKIP Lemsaneg.

Harapan saya, dan semoga harapan seluruh elemen Lemsaneg ke depan LAKIP Lemsaneg yang merupakan hasil evaluasi kinerja Lemsaneg selama satu tahun benar-benar dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya. Ini adalah hal terpenting, mengapa demikian? Karena dengan analogi hasil laboratorium terhadap fisik seseorang menunjukkan gambaran kondisi kesehatannya dan hasil lab ini penting untuk melakukan tindakan medis selanjutnya, maka LAKIP adalah cerminan kinerja Lemsaneg yang penting untuk memberikan treatment di tahun-tahun berikutnya apabila terdapat kekurangan atas kinerja Lemsaneg. Jadi LAKIP Lemsaneg ibarat self-report atas kinerja Lemsaneg, yang dengannya Lemsaneg akan semakin maju. Beranikah Lemsaneg memberikan rapor merah untuk dirinya sendiri demi kebaikannya di masa datang? Mari kita tunggu bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s