Berlibur di Kebumen #2

Episode berlibur bersama keluarga kami berlanjut. Setelah puas berlibur di Magelang, ceritanya di sini, kami menghabiskan masa liburan di Kebumen.

Perjalanan Magelang-Kebumen

Sudah lama sejak terakhir kami jalan bareng bapak ibu saya, mungkin sudah hampir 3 tahun yang lalu. Waktu itu sama, kami diantar ke Kebumen saat liburan sekolah. Selalu mengasyikkan perjalanan jauh bersama ortu, ada cerita di sana-sini. Saya jadi teringat beberapa kali perjalanan jauh kami di masa lampau. Yang paling berkesan, saat kami dan ortu-ortu kami berlibur di pantai Depok, Jogjakarta. Waktu itu kami makan seafood di pinggir pantai sambil menikmati suasana pantai nelayan yang ramai. Anak-anak bermain air meskipun tidak sampai berenang karena pantai Laut Selatan memang tidak cocok untuk berenang.

Pengalaman 3 tahun lalu memang agak unik, saat itu kami melalui jalan alternatif Purworejo. Ketika melalui pertigaan Krakal-Purworejo, kami lupa dan memilih jalan yang keliru sehingga kami tersesat dengan jalur yang sedikit melambung. Setelah bertanya sana-sini akhirnya kami bisa kembali ke jalur utama. Perjalanan yang mestinya ditempuh dalam 2,5 jam molor jadi 3 jam. Meski begitu anak-anak masih nyaman karena waktu itu cuaca cukup bersahabat. Sampai di rumah mertua saya, sudah disambut dengan hidangan lengkap.

Seperti perjalanan kali ini, meskipun kami tidak sampai tersesat lagi. Alhamdulillah, kembali merasakan nikmatnya Sate Ambal. Sate ayam khas Kebumen dengan bumbu spesial Ambal. Senang bisa ngobrol-ngobrol kami, ortu dan mertua. Sungguh nikmat yang tiada terkira, patut disyukuri dan dijaga lestari.

Berlibur di Kebumen

Setelah kunjungan ke Kebumen sebelumnya kami habiskan untuk menikmati suasana pantai Setrojenar, keramaian pusat kota Alun-alun dan ketenangan ruhani Masjid Agung Kebumen, maka liburan kali ini kami ingin mengunjungi destinasi yang lain. Memang tujuan utama kami ke Kebumen adalah menghadiri acara pernikahan saudara sepupu istri saya Nurrohim, tapi kami sempatkan bisa piknik tipis-tipis agar anak-anak mendapatkan pengalaman berkesan.

Hal yang saya senangi ketika berada di Kebumen, khususnya di Bocor, Buluspesatren, adalah karena kami sedikit terbebas dari jajahan gadget. Ketika sinyal di rumah mertua tidak semudah di Depok atau di Magelang, maka di Kebumen adalah momen anak-anak lebih banyak aktifitas luar yang sangat menyehatkan. Mereka bermain bola di halaman yang luas, keliling kampung dengan sepeda, bermain burung dara di rumah kaki buyut mereka atau melihat kaki-nini-pakdhe mengolah sawahnya.

Agenda utama, menghadiri pernikahan saudara menjadi misi awal kami. Sempat bingung apakah ikut ke lokasi bersama rombongan dari rumah bibi Okah akhirnya kami putuskan naik Grab tetangga. Acaranya pagi, masalahnya saya lupa bawa batik dan kaus kaki. Padahal kan hampir mustahil di hari pertama tahun baru toko baju buka pagi-pagi. Bismillah, jam 7.45 berangkat dari rumah ke daerah Karangsari. Mampir pasar Kebumen, alhamdulillah ada toko baju baru banget buka di lantai 2 langsung aja beli dan pakai di tempat. Batik khas Pekalongan 100 ribu, plus kaus kaki hitam 10 ribu.

Setelah ijab qabul kelar, kami melipir deh. Naik mobil sewaan ke destinasi wisata utama liburan ini Taman Wisata Jembangan, di daerah Alian. Di perjalanan, saya ngobrol banyak dengan drivernya mas Catur tentang objek wisata di Kebumen termasuk Jembangan ini. Katanya di musim liburan banyak wisatawan lokal yang mengunjunginya, seperti hari yang lalu dia juga mengantar penumpang ke Jembangan. HTM di Jembangan cuma 40 ribu/orang, parkir mobilny10 ribu kalau tidak salah. Sewa mobil pp Kebumen ke sana max 200 ribu.

Di area yang memanjang di tepi danau buatan itu terdapat beberapa lokal wahana rekreasi: yang pertama arena bermain anak, yang kedua perahu naga, dan ketiga mini zoo.Di arena bermain ada banyak media bermain anak, mulai dari ayunan, prosotan, kereta monorel, hingga kolam renang mini. Perahu naga, mengelilingi waduk dan melihat keindahannya dari atas perahu. Sedangkan di mini zoo ada beberapa satwa dalam kandang-kandang kecil.

Kami memutuskan untuk naik perahu naga saja karena arena bermain sudah biasa kami kunjungi, dan naik perahu punya sensasi yang lebih dibanding yang lain. Jika kami ingin naik perahu naga, sepertinya tidak ada di Depok atau Jakarta. Setau saya ada di danau Taman Margasatwa Ragunan, dan bentuknya perahu karet bukan perahu naga. Dan terbukti anak-anak menyukai naik perahu naga, meskipun biayanya lumayan dan antrenya panjang. Umtungnya waktu naik perahu itu cuaca masih cerah, karena beberapa saat sesudah kami turun hujan lebat melanda daerah wisata itu.

Karena cuaca tidak kondusif untuk melanjutkan wisata di sana akhirnya kami putuskan kembali ke kota Kebumen. Sepanjang perjalanan pulang, anak-anak tidur pulas karena kenyang bakso dan kecapekan. Hari berikutnya kami berlibur ke Pantai Setrojenar seperti liburan-liburan sebelumnya. Tamat